Pembangunan Landasan Pacu Baru Tambah Slot Penerbangan Soekarno-Hatta

Presiden Joko Widodo menyatakan penambahan landasan pacu atau runway ketiga di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, dapat menambah slot penerbangan dari luar negeri yang akan ke Indonesia.
Yodie Hardiyan | 21 Juni 2018 14:43 WIB
Ilustrasi: Pesawat Sriwijaya Air menunggu persiapan penerbangan di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/12). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan penambahan landasan pacu atau runway ketiga di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, dapat menambah slot penerbangan dari luar negeri yang akan ke Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Presiden seusai meninjau proyek pembangunan landasan ancang atau taxiway dan landasan pacu alias runway ketiga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (21/6/2018).

Presiden mengatakan banyak pihak yang ingin "terbang" ke Jakarta melalui Bandara Soekarno-Htta. "Baik dari Timur Tengah, Asia, Eropa pengen tapi sudah tidak memiliki kapasitas lagi di sini. Oleh sebab itu, nanti tentu saja dengan adanya pertambahan runway yang ketiga akan bisa menambah slot penerbangan dari luar yang ingin masuk ke Indonesia," katanya.

Penambahan landasan pacu diharapkan dapat mengurangi antrean pesawat yang akan lepas landas atau mendarat. Kendati demikian, Presiden mengatakan apabila jumlah penumpang pesawat bertambah maka landasan pacu perlu ditambah lagi.

"Ini kan kejar-kejaran dengan pertumbuhan tadi yang saya sampaikan. Pertumbuhan penerbangan di negara kita yang tumbuh 9%. Ini harus hati-hati, harus ada antisipasi dan hitung-hitungan," katanya.

Dengan adanya landasan pacu baru ini, Presiden mengatakan jumlah penerbangan dapat meningkat dari 81 per jam menjadi 120 per jam. Dengan demikian, jumlah penerbangan dapat meningkat hingga 50%.

Presiden mengatakan Bandara Soekarno-Hatta adalah bandara paling sibuk dan ramai di Indonesia. Di sisi lain, ujarnya, pertumbuhan penerbangan udara mencapai 9% per tahun.

"Ini pertumbuhan cepat sekali, jadi kita terus bangun airport baru, terminal-terminal baru, termasuk yang kita bangun adalah Soekarno-Hatta," katanya di lokasi proyek.

Presiden mengatakan setiap hendak lepas landas (take off) di Bandara Soekarno Hatta, pesawat perlu menunggu atau mengantre sekitar 20-30 menit di bandara tersebut. Dengan demikian, perlu ada upaya untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun east-cross taxiway dan runway di bandara.

"Pembebasan (lahan) sudah selesai 70%. Konstruksi sudah dimulai prosesnya. Kita harapkan paralel taxiway selesai pada akhir Desember 2018. Kemudian runway ketiga sebelah utara akan selesai Juni 2019," kata Presiden.

Pembangunan runway 3 diperkirakan meningkatkan jumlah penumpang sekitar 30%. Jumlah penumpang yang saat ini mencapai 63 juta penumpang akan naik menjadi lebih dari 100 juta penumpang.

Tag : jokowi, bandara soekarno hatta
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top