Pengelola Bandara Siap Hadapi Lonjakan Penumpang

Hingga hari ketiga masa angkutan Lebaran 2018 atau H-6 jelang IdulFitri, Angkasa Pura telah melayani hampir dua juta penumpang, dengan rincian sebanyak 867.660 penumpang terlayani pada 13 bandara yang dikelola AP I (naik 5,18% dibandingkan dengan 2017) dan sebanyak 1.036.166 penumpang terlayani di 15 bandara AP II (naik 14,5% dibandingkan dengan 2017).
Rio Sandy Pradana | 12 Juni 2018 15:59 WIB
Suasana di dalam terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/6). - Bisnis/Yustinus Andry

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta agar PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola bandara terus berupaya memberikan pelayanan ekstra selama masa angkutan Lebaran 2018.

Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan lonjakan jumlah penumpang yang signifikan harus selalu diimbangi dengan performa pelayanan yang lebih dari biasanya, sehingga suasana aman, nyaman, dan lancar bisa dirasakan oleh para pemudik.

"Sebagai BUMN yang menjadi operator layanan bandara dan telah berpengalaman, Angkasa Pura tentu sudah memiliki strategi dalam mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran. Diharapkan persiapan tersebut bisa memberi pelayanan yang baik bagi para penumpang pesawat," kata Gatot dalam siaran pers, Selasa (12/6/2018).

Tercatat, hingga hari ketiga masa angkutan Lebaran 2018 atau H-6 jelang Idulfitri, Angkasa Pura telah melayani hampir dua juta penumpang, dengan rincian sebanyak 867.660 penumpang terlayani pada 13 bandara yang dikelola AP I (naik 5,18% dibandingkan dengan 2017) dan sebanyak 1.036.166 penumpang terlayani di 15 bandara AP II (naik 14,5% dibandingkan dengan 2017).

Pertumbuhan penumpang dengan prosentase tertinggi di bandara kelolaan AP I adalah Bandara Frans Kaisiepo Biak sebesar 41% diikuti oleh Bandara Ahmad Yani Semarang (27%), Bandara Adi Soemarmo Surakarta (23,7%), Bandara Adisutjipto Yogyakarta (18%) dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (13,7%).

Sementara, di bandara kelolaan AP II ada Bandara Banyuwangi yang tumbuh 133,5%, diikuti oleh Bandara Silangit (39,5%), Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang (23,8%), Bandara Internasional Minangkabau Padang (20,4%) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (18,5%).

Lonjakan penumpang akan terus berlanjut hingga menjelang hari H lebaran atau tanggal 15 Juni 2018. "Kami akan terus menyoroti dan berkordinasi dengan Angkasa Pura guna memastikan lancarnya pelayanan angkutan lebaran 2018," ujarnya.

Selain itu, penumpang juga diimbau untuk tetap waspada serta mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan memulai perjalanan ke Bandara kurang lebih 3 jam sebelum jam perjalanan untuk mengantisipasi traffic menuju bandara.

Untuk persiapan keberangkatan para penumpang juga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas digital check-in seperti web-check-in atau Mobile APPs Check-in pada gadget masing-masing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran 2018

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top