Gama Land, Belajar Properti dari Ciputra

Nama Gama Land, melejit dengan gedung perkantoran setinggi 63 lantai dan saat ini memecahkan rekor sebagai pencakar langit tertinggi di Indonesia. Gedung dengan tinggi mencapai 288,6 meter, ini menggeser rekor yang sudah lama dipegang oleh Wisma BNI 46 setinggi 262 meter.
Anitana Widya Puspa | 04 Juni 2018 23:15 WIB
Gama Land - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA — Nama Gama Land, melejit dengan gedung perkantoran setinggi 63 lantai dan saat ini memecahkan rekor sebagai pencakar langit tertinggi di Indonesia. Gedung dengan tinggi mencapai 288,6 meter, ini menggeser rekor yang sudah lama dipegang oleh Wisma BNI 46 setinggi 262 meter.

Joy D Lango, Senior General Manager Sales & marketing PT Cempaka Sinergy Realty, salah satu anak usaha Gama Land, mengatakan bahwa bisnis inti salah satu pemegang saham adalah kelapa sawit melalui Wilmar Internasional. Di Indonesia, tentunya sudah tidak asing dengan produksi mereka, yakni minyak goreng Sania.

Gama Land dan Wilmar International, meskipun sebagai entitas bisnis yang berbeda dan terpisah, namun kepemilikannya berada di bawah founder yang sama yakni taipan Martua Sitorus. Jika di Wilmar, Martua menggandeng William Kuok Khoon Hong. Maka di Gama Corporation, ia bersama Ganda Sitorus, kakak kandungnya menggarap bisnis properti dengan Gama Land.

Selain properti, mereka juga memiliki pabrik semen dengan produk yang identik dengan logo badak bercula satu, yakni semen merah putih.

Joy menuturkan, dalam mengembangkan lini properti, perusahaan banyak belajar dari Ciputra. Sehingga memang banyak proyek yang dilahirkan bersama dengan Ciputra Group.

“Kami belajar dari Ciputra bagaimana mengembangkan bisnis properti itu. Karena pengalaman kami lebih lama di bisnis kelapa sawit,”ungkapnya kepada Bisnis dikutip Senin (4/6/2018)

Harun Hajadi Managing Director Ciputra Group, mengatakan perusahaan memulai proyek pertama secara kolaborasi dengan multivision tower pada sekitar 2010. Selanjutnya CitraLand Pekanbaru pada 2011.Proyek usaha patungan ini diluncurkan pada Februari 2011 mencakup area seluas 20ha.Hingga akhir Juli 2011 176 unit proyek ini telah berhasil terjual.

"Kami memang haus lahan, kalau ada partner yang bawa lahan dan cocok, kami oke-oke saja,"katanya.

Selanjutnya CitraLand Bagya City Medan pada 2012 dengan area seluas 211 ha, pengembangan township terintegrasi dengan perumahan, perkantoran, area komersial, area CBD, mall, hotel, apartemen, sekolah, universitas, rumah sakit, water park, serta area hijau dan danau seluas 11 ha. Untuk segmen properti lainnya ada pula Biz Park 1 dan 2 adalah konsep baru dari gudang,.Proyek berikutnya Biz Park 3 Rawa Pasung 18 hektar dan Biz Park 4 Pulo Gadung 13 hektar.

Masih dalam kawasan yang serupa di Pulo Gadung ada proyek baru yang bersiap dirilis bersama Ciputra setelah lebaran. Proyek baru itu berupa apartemen seluas 13 hektare dengan 16 menara apartemen khusus residensial. Dalam proyek itu, pihaknya akan mengkhususkan bagi segmen menengah dan lebih berkualitas dibandingkan dengan rusunami yang dipatok dengan harga di kisaran Rp500 juta.

“Proyek ini lepas dari Gama Land. Anak usaha sendiri. Marketing dari mereka. Modalin dana dari kita. Mereka menyediakan landbank dan pengembangan bisnis mereka. Konsultasi juga, kalau mereka nggak cocok kami rubah,”imbuh Joy.

Tag : apartemen
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top