Kenaikan Bunga Tak Pengaruhi Pembangunan Rumah MBR

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-Days Reverse Repo Rate tidak memengaruhi pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Finna U. Ulfah | 23 Mei 2018 02:02 WIB
Ilustrasi pembangunan perumahan sederhana di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. - Antara/Raisan Al/Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-Days Reverse Repo Rate tidak memengaruhi pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan pasar perumahan subisidi atau MBR tidak terpengaruh dibandingkan dengan pasar perumahan non subsidi akibat adanya kenaikan suku bunga acuan.

“Kalau perumahan nonsubsisdi banyak yang impor sehingga dolarnya tinggi. Kalau yang MBR lebih ke semen. Sedangkan semen kandungan impornya berapa persen?” ujar Eman, sapaan akrab Soelaeman, di Jakarta pada Selasa (22/5/2018).

Dia mengakui pasar perumahan nonsubsidi terpengaruh pada semua lini termasuk menurunnya daya beli konsumen. Namun, kenaikan suku bunga acuan diprediksi justru memengaruhi pada layer tiga yaitu goyahnya industri yang memungkinkan adanya kenaikan upah buruh hingga merumahkan buruh walaupun hal tersebut tidak memengaruhi secara signifikan terhadap harga hunian.

Kenaikan suku bunga acuan, sambung Eman, masih tetap harus diawasi perkembangannya untuk melihat pengaruhnya secara umum pada properti.

“Pengaruhnya masih kami tunggu karena kalau di properti tidak langsung terdampak. Tunggu 3 bulan, baru nanti terlihat polanya,” tutur Eman.

Tag : perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top