Pemerintah Makin Serius Garap Proyek Wisata Halal

Pemerintah kian serius menggarap wisata halal di Tanah Air, antara lain dengan meluncurkan 10 destinasi wisata religi unggulan yang dikemas dalam paket Pesona Wisata Ramadan,dan diproyeksikan dapat mendatangkan setidaknya 350.000 wisatawan mancanegara pada bulan suci ini.
Deandra Syarizka | 20 Mei 2018 16:06 WIB
Wisatawan berfoto dengan latar pemandangan Water Blow Huts, di Nusa Lembongan, Bali, Rabu (21/3/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah kian serius menggarap wisata halal di Tanah Air, antara lain dengan meluncurkan 10 destinasi wisata religi unggulan yang dikemas dalam paket Pesona Wisata Ramadan,dan diproyeksikan dapat mendatangkan setidaknya 350.000 wisatawan mancanegara pada bulan suci ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, jumlah wisatawan nusantara per bulan biasanya mencapai 20 juta. Namun, jumlah wisnus ada saat Ramadan merosot drastis menjadi 10 juta jiwa. Meski demikian, jumlah itu kembali terkompensasi saat Hari Raya Idul Fitri di mana terdapat 20 juta wisnus yang mudik. 

"Untuk wisnus (jumlahnya) aman, tidak perlu membuat acara. Namun kalau wisman tidak tergantikan ketika jumlahnya turun. Oleh karenanya kita membuat program terutama keoada wisman yang tidak sensitif (untuk bepergian) ketika Ramadan," ujarnya, akhir pekan lalu.

Dia menilai, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk mengajak wisatawan menikmati paket wisata Ramadan, sekaligus mengajak wisatawan merencanakan kunjungan destinasi. Salah satu destinasi yang bisa dinikmati adalah destinasi wisata minat khusus, yaitu wisata religi yang biasanya terdiri dari wisata ziarah kubur maupun kunjungan (itikaf) ke masjid.

Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Riyanto Sofyan menjelaskan, berdasarkan Global Moslem Travel Index (GMTI), Indonesia berada di peringkat kedua setelah Malaysia sebagai destinasi halal terbaik di dunia. Dan pada 2019, pemerintah menargetkan Indonesia dapat meraih peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia. 

"Yang penting bagi kita bisa mengangkat wisata halal sehingga bisa dikapitalisasi untuk peningkatan wisman yang muslim dan wisnus," ujarnya. 

Berbagai aktivitas menarik yang ditawarkan dalam Pesona Wisata Ramadan antara lain wisata kubur, mengunjungi mesjid bersejarah, atau salat tarawih di masjid yang berbeda.  Selain itu, juga menikmati festival yang diselenggarakan selama Ramadan, seperti Festival Hadrah di Banyuwangi, Festival Patrol di Banyuwangi, Pekan Tilawah Quran di Sumenep,  Kuliner Ramadan di Tangerang, Gelar Adat Penyerahan Zakat Fitrah Keluarga Keraton di Sumenep, dan masih banyak lainnya.

Adapun 10 destinasi wisata ziarah unggulan yang ditawarkan dalam paket Pesona Wisata Ramadan antara lain: makam Gus Dur di Jombang, makam Sunan Ampel Surabaya, makam Sunan Gunung Djati Cirebon, Mesjid Agung Demak Jawa Tengah, makam Sunan Muria Kudus Jawa Tengah, makam raja-raja Banten, Mesjid Luar Batang Jakarta Utara, makam Kesultaman Siak Riau, makam Syekh Mahmud Barus Sumatera Utara, dan makam Hakim Sekumpul Martapura Kalimantan Selatan. 

Dia memaparkan, jumlah wisman yang melakukan wisata halal pada tahun lalu sekitar 20% dari total 14 juta wisman, atau sekitar 2,8 juta orang. Pada tahun depan, jumlah ini ditargetkan dapat meningkat hingga 5 juta, atau 25% dari target 20 juta wisman pada 2019.

Menurutnya, pasar terbesar wisata halal di Tanah Air merupakan Timur Tengah yang diwakili dari negara Saudi Arabia, Kuwait dan Qatar, wilayah Eropa yang diwakili oleh Rusia, Jerman, Inggris dan Perancis, serta Asia yang diwakili oleh Asia, Malaysia, SIngapura, China dan India. Ketiga wilayah tersebut memiliki preferensi berbeda dalam hal wisata halal. Misalnya, wisman asal Timur Tengah lebih senang dengan fasilitas mewah, berbeda dengan wisman Eropa yang lebih menyukai petualangan.

“Untuk wisata halal saat ini kita bersaing dengan Vietnam dan Thailand, makanya kita buatkan hotdeals. Harapannya dapat meningkatkan sekitar 20% hingga 30% dari 350.000 wisman,” ujarnya.

Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani menilai, wisata halal memiliki potensi yang bagus bila dikemas dengan baik. Menurutnya, potensi pasar wisata halal lebih besar terdapat di dalam negeri, seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap wisata halal yang meningkat.

“Pasar konvensional masih jauh lebi besar. Turis yang datang dengan halal minded kecil sebenarnya. Jadi menurut saya sih [wisata halal] tumbuh, tetapi sepertinya konsumen halal banyakan di dalam negeri. Lebih banyak yang concern,” ujarnya.

Pasalnya, dia menilai tidak semua wisman dari negara muslim mementingkan wisata halal. Selain itu, juga masih banyak pelaku perhotelan yang memilih untuk tetap menjadi hotel konvensional guna menjangkau pasar yang lebih luas.

 

 
Tag : WISATA HALAL
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top