Rusun Mahasiswa dan Santri Dibangun Di Jatim dan Kaltim

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggelar groundbreaking Rusun mahasiswa bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Timur dan Kalimantan Timur.
Finna U. Ulfah | 17 Mei 2018 17:29 WIB
Ilustrasi: Pekerja menyelesaikan pembuatan rumah susun (rusun). - Antara/Jojon

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggelar groundbreaking Rusun mahasiswa bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Dirjen Penyediaan Perumahan M. Khalawi Abdul Hamid mengatakan pembangunan Rusun mahasiswa dan santri di berbagai daerah sebagai dukungan Pemerintah dalam penyediaan hunian layak dan penataan di kawasan lingkungan pendidikan.

“Diharapkan dengan dibangunnya rusun bisa menambah semangat dan kenyamanan para mahasiswa dalam proses belajar,” ujar Khalawi dikutip dari keterangan resminya, Kamis (17/5/2018).

Dengan menggelar groundbreaking, Kementerian PUPR resmi memulai pembangunan Rusun mahasiswa di STKIP PGRI Tulungagung, Jawa Timur dan Rusun Pondok Pesantren Hidayatullah di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Rusun mahasiswa terdiri dari satu twin blok yang terdiri dari tiga lantai dengan total 37 unit yang dapat menampung 148 mahasiswa.

Rusun akan dibangun di lahan seluas 2.944 meter persegi yang akan dibangun oleh PT Mitra Utama sebagai kotraktor dengan nilai kontrak mencapai Rp7,07 miliar.

Dengan masa pelaksanaan pembangunan selama 240 hari, nantinya rusun mahasiswa sudah dilengkapi air, listrik, dan meubel, seperti tempat tidur, lemari, kursi dan meja belajar.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian PUPR juga menyerahkan Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSPS) kepada 18 Camat di Kabupaten Magelang, 3 Camat di Kota Magelang dan 15 Camat di Kabupaten Temanggung.

Sementara itu, Rusun Pondok Pesantren Hidayatullah di Kota Bontang, Kalimantan Timur akan dibangun dengan tinggi dua lantai yang terdiri dari empat barak kecil dan empat barak besar.

Pembangunan yang dilakukan oleh PT. Prima Kaltim Mandiri sebagai kontraktor memiliki nilai kontrak mencapai Rp6,62 miliar yan akan memakan waktu selama 210 hari pelaksanaan untuk membangun bangunan yang dapat menampung 144 santri.

Tag : rusun sederhana
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top