BBM Satu Harga, Pertamina Kebut 54 SPBU Rampung Kuartal III/2018

PT Pertamina (persero) bakal kebut pembangunan 54 SPBU BBM satu harga bisa rampung pada kuartal III/2018. Dengan begitu, target 67 SPBU BBM satu harga yang ditugaskan pada tahun ini bisa selesai lebih cepat.
Surya Rianto | 16 Mei 2018 18:32 WIB
Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (persero) bakal kebut pembangunan 54 SPBU BBM satu harga bisa rampung pada kuartal III/2018. Dengan begitu, target 67 SPBU BBM satu harga yang ditugaskan pada tahun ini bisa selesai lebih cepat.

Plt. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan perseroan mendapatkan penugasan BBM satu harga sebanyak 67 lokasi SPBU. Sampai saat ini, perseroan sudah merampungkan 4 lokasi SPBU BBM satu harga, lalu 9 lokasi SPBU BBM satu harga sedang dalam proses pembangunan.

Pertamina pun bakal mengejar penyelesaian pembangunan 9 lokasi BBM satu harga itu pada kuartal II/2018.

"Nah, 54 lokasi SPBU BBM satu harga lainnya lagi proses perizinan dengan pemerintah daerah," ujarnya pada Rabu (16/5/2018).

Nicke menyebut strategi untuk bisa mempercepat 54 lokasi SPBU BBM satu harga yang belum terbangun ini agar bisa cepat selesai adalah dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

"Kami ingin meminta dispensasi kepada pemerintah daerah setempat agar pembangunan SPBU BBM satu harga bisa pararel dengan proses perizinan," sebutnya.

Dia sangat optimistis target 67 SPBU BBM satu harga itu bisa rampung semuanya pada kuartal ketiga tahun ini.

"Kami sudah punya standar SPBU BBM satu harga, lokasi pembangunannaya pun sesuai dengan ketentuan daerah 3 t [terdepan, terluar, tertinggal]," ujarnya.

Sayangnya, Nicke enggan membeberkan biaya investasi yang bakal digelontorkan Pertamina untuk membangun 67 SPBU BBM satu harga serta beban biaya yang akan didapatkan perusahaan pelat merah tersebut.

"Mengenai biaya SPBU BBM satu harga masih dalam tinjauan. Kemarin itu, biayanya sekitar Rp830 miliar, sekarang akan dihitung lagi dengan kuota yang akan ditetapkan oleh BPH migas," ujarnya.

BPH Migas pun menyakinkan kalau biaya pembangunan dan operasi SPBU BBM satu harga ini bukan menjadi biaya besar bagi Pertamina. Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan pihaknya memperkirakan biaya yang digelontorkan Pertamina tidak akan besar, sekitar Rp800 miliar.

"Ibaratnya, kalau lagi bulan Ramadan, Pertamina harus membayar zakat 2,5%. Nah, Rp800 miliar itu kan juga kurang dari 2,5% seperti kewajiban zakat," ujarnya sambil sedikit berguyon.

Tag : Harga BBM
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top