Wisata Halal Makin Heboh, Hotel Syariah di Indonesia Kurang Sertifikasi

Perkembangan pariwisata halal di Indonesia tak serta merta diikuti dengan kesadaran para pelaku perhotelan untuk melakukan sertifikasi syariah terhadap hotelnya.
Deandra Syarizka | 11 Mei 2018 16:00 WIB
PT Dafam Hotel Management bekerja sama dengan PT The Beverly Hills Bali menghadirkan vila mewah di kawasan Ungasan, Kabupaten Badung. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA— Perkembangan pariwisata halal di Indonesia tak serta merta diikuti dengan kesadaran para pelaku perhotelan untuk melakukan sertifikasi syariah terhadap hotelnya.

 M. Dawud Arif Khan, Sekretaris Bidang Bisnis dan Ekonomi Syariah Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) menjelaskan, pariwisata halal di Indonesia mulai berkembang sejak 2000-an.  Namun,  dia menyebut hingga kini baru dua hotel di Jakarta dan Solo yang telah mendapatkan sertifikat syariah dari MUI.

 “Perkembangan industri wisata halal memerlukan adanya pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah, termasuk di antaranya hotel syariah dan rumah sakit syariah,” ujarnya baru-baru ini.

 Dia mengaku keterbatasan sumber daya menjadi penyebab minimnya hotel yang telah mengantungi sertifikat syariah. Pasalnya, DSN tidak hanya membidangi pariwisata halal dan hotel syariah saja, tetapi juga keuangan syariah, meliputi pelayanan asuransi, perbankan, hingga pasar modal.

  Selama ini, ujar dia, proses sertifikasi hotel syariah  hanya mengandalkan kesadaran dari tiap-tiap pelaku perhotelan. Karena itu, dia pun meminta bantuan asosiasi untuk dapat mendorong anggotanya melakukan sertifikasi syariah.

 “Kita berharap untuk perhotelan dapat didukung asosiasi, karena boleh jadi pada prakteknya sudah  banyak hotel berprinsip syariah tetapi belum berstandar, bersertifikasi. Pengawasannya belum ada, padahal itu penting,” ujarnya.

 Dia menjelaskan, beberapa indikator yang menjadi aspek penilaian sertifikasi hotel syariah antara lain, terdapat fasilitas musala, tidak menjual makanan dan minuman yang haram, termasuk alkohol dan rokok, serta tidak menyediakan hiburan malam yang tidak sesuai dengan syariah Islam.

 Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sudrajat mengatakan pihaknya mendukung upaya pengembangan pariwisata halal di Indonesia.  Dia mengaku siap berkomitmen dalam mendorong hotel yang terhimpun dalam PHRI untuk melakukan sertifikasi syariah.

“Kita harus bahu membahu di dalam mengembangkan hotel yang halal. Prospek bisnis hotel ini masih cukup menarik, dengan pertumbuhan kelas menengah Muslim di Indonesia,” ujarnya.

Country Market Manager Traveloka John Safenson menyatakan, pangsa pasar hotel syariah cukup luas. Tak hanya cocok bagi muslim, hotel syariah juga dianggap cocok bagi pelanggan yang memiliki keluarga.

“Tamu yang menginap di hotel syariah tidak semuanya muslim, karena semuanya mencintai keluarga. Hotel syariah memiliki fasilitas yang nyaman bagi keluarga,” jelasnya.

Dia menyatakan, hingga saat ini terdapat total 730 hotel yang mengklaim syariah dan terdaftar sebagai mitra Traveloka. Namun, tidak semuanya telah mendapatkan sertifikat dari MUI.  Meski tak menyebut angka persisnya, tetapi dia menilai kamar dan keuntungan yang diraih hotel syariah pun menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir.

Direktur Utama Sofyan Hotel Ruhadi Widiargo menjelaskan, pihaknya menjadi hotel pertama yang mengantungi sertifikat syariah sejak 2004 untuk kedua cabang hotelnya yang berada di Jakarta. Dia menyebut rata-rata okupansi untuk hotel bintang tiga tersebut mencapai 70% setiap tahunnya, dan diharapkan dapat tumbuh 10% pada tahun ini.

Sejauh ini, dia menyebut mayoritas pelanggan hotelnya masih berasal dari dalam negeri. Sementara wisatawan mancanegara yang menjadi tamunya biasanya dari negara tetangga seperti Malaysia, dan Brunai Darussalam. Untuk wisman yang berasal dari Timur Tengah, dia menilai biasanya lebih memilih hotel berbintang lima.

Lebih lanjut, dia menyatakan tak sulit untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Menurutnya, antusiasme yang rendah untuk melakukan sertifikasi hotel syariah lebih dikarenakan minimnya sosialisasi dari pihak terkait. Meski demikian, pihaknya mengaku siap mendorong sertifikasi hotel syariah.

“Kami ada anak usaha di bidang operator, namanya Sofyan Hospitality. Saat ini memegang 20 hotel. Klien hotel itulah yang akan kami dorong untuk sertifikasi hotel syariah,” ujarnya.

 

Tag : hotel
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top