Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mesin Pengering Gratis Untuk Petani

Pemerintah berencana memberika mesin pengering gratis kepada petani untuk mendukung percepatan serap gabah dalam rangka pemenuhan cadangan beras pemerintah.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 09 Mei 2018  |  16:47 WIB
105 Kelompok tani di Bali dapat bantuan mesin pertanian. - JIBI
105 Kelompok tani di Bali dapat bantuan mesin pertanian. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah berencana memberikan mesin pengering gratis kepada petani untuk mendukung percepatan serap gabah dalam rangka pemenuhan cadangan beras pemerintah.

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi selaku Ketua I pelaksana sergab (serapan gabah) mengatakan, dengan adanya kesepakatan antara Kementan, Bulog dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan bantuan mesin pengering (dryer) bekerjasama dengan Perum Bulog untuk mendukung percepatan serap gabah dalam rangka pemenuhan cadangan beras pemerintah.

Target penyerapan ini akan terus diupayakan mengingat potensi panen masih cukup besar, terutama di 10 provinsi sentra, yaitu Sumatera Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan dengan pemberian mesin pengering gratis dapat memotong satu rantai pasokan yang berimbas pada penurunan harga. Selain itu juga kualitas gabah kering dari tingkat petani juga akan semakin membaik.

“Atas perintah presiden minta dryer ini, kami revisi anggaran Rp1 triliun untuk membeli 1000 unit dryer yang artinya bisa memenuhi kapasitas 10.000 ton -15.000 ton per hari sehingga tidak ada keluhan kadar air tinggi,” katanya.

Amran mengatakan pembagian mesin pengering gratis bagi petani akan bersinergi dengan bulog. Hal ini pun dilakukan untuk mempersingkat mata rantai dari 5 kali menjadi 2 atau 3 mata rantai maksimal sehingga bulog bisa membeli dengan harga murah.

“Jadi kelompok tani diberikan [mesin pengering] kemudian mengolahnya. Biasanya dari petani sampai ke bulog 5 kali pindah. Nantinya 2 atau 3 kali pindah maksimal. Artinya [kua;itas] gabah ditingkat petani diangkat, bulog terima harga karena dibawah HPP, artinya bisa bulog jual lebih rendah,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alsintan
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top