Pembangunan JB Tower Gelontokan Investasi Rp1,1 Triliun

PT Mahardhika Artha Upaya menggelontorkan investasi senilai Rp1,1 triliun untuk membangun JB Tower yang berlokasi pada akwasan pusat bisnis dan pemerintahan di DKI Jakarta.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 07 Mei 2018 01:37 WIB
Foto udara Lanskap gedung perkantoran dan apartemen (rumah susun vertikal) menggunakan Helikopter Super Puma NAS-332 milik Skuadron 45 TNI AU di salah satu sudut kota Jakarta, Kamis (18/6/15). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – PT Mahardhika Artha Upaya menggelontorkan investasi senilai Rp1,1 triliun untuk membangun JB Tower yang berlokasi pada akwasan pusat bisnis dan pemerintahan di DKI Jakarta.

Direktur PT Mahardhika Artha Upaya Edi Susilo mengatakan pasokan perkantoran di Jakarta cukup tinggi. Apalagi potensi peningkatan didukung oleh pembangun infrastruktur mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT). Kondisi tersebut menurut Edi menjadi peluang yang baik untuk membangun perkantoran pada lokasi yang strategis yakni dekat jalur transportasi atau transit oriented development (TOD) dan hemat energi.

“JB Tower kami bangun dalam kerja sama Asiacross Group Indonesia dengan Asiawide Group – Singapore yang dalam afiliasinya dengan Asia Quest Group – Malaysia, telah sukses mengembangkan berbagai High Rise Building di Singapura, Tiongkok, dan Malaysia,” jelas Edi di lokasi Topping Off JB Tower, Sabtu (5/5/2018).

Adapun pembangunan JB Tower ini berada dalam area lahan seluas 5.816 meter persegi, menghasilkan 35.000 meter persegi luas area yang disewakan, sebagian besar diperuntukkan bagi perkantoran, dengan menyisihkan 3000 meter persegi semigross untuk restoran dan ritel.

Selain itu, terdapat areal seluas 1.500 meter persegi dari lahan tersebut secara khusus diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau dan pejalan kaki. Project Manager JB Tower, N. Jahja Ghozali mengatakan desain gedung JB Tower memiliki filosofi khusus dengan kotak-kotak yang menjulang ke atas. Desain ini menurut Jahja melambangkan kesuksesan di dunia bisnis.

Selain itu, JB Tower yang sangat dekat dengan Monas ini akan mengadopsi banyak kultur Jakarta, yakni Betawi dalam interior dalam ruangan.

“Unsur Betawi ditampilkan dalam ragam hias kekinian dari ondel-ondel dan abang-none di sekeliling gedung. Selain mengusung teknologi ramah lingkungan, seperti water conservation, dan energy efficiency JB Tower mampu bertahan dalam gempang sampai sekuat 8,5 Skala Richter,” kata Jahja.

Jahja menjelaskan target penyewa dari gedung ini adalah perusahaan yang sudah dibangun di daerah Thamrin dan sekitarnya, baik nasional maupun multinasional. Selain itu, gedung ini menargetkan perusahaan dengan visi yang sama dalam menerapkan konsep green building.

Adapun kepada calon penyewa, harga yang ditawarkan sekitar Rp300.000 per meter persegi, per bulan. Lokasi ini masih sangat tergantung dengan luas lantai yang disewa oleh tenant.

 

Tag : gedung perkantoran
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top