Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Eksportir Sarang Walet ke Cina Bertambah

Perusahaan eksportir sarang burung walet (SBW) bertambah 9 perusahaan sehingga total menjadi 17 perusahaan yang terdaftar di China.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 01 Mei 2018  |  14:15 WIB
Ilustrasi sarang burung walet - Istimewa
Ilustrasi sarang burung walet - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan eksportir sarang burung walet (SBW) bertambah 9 perusahaan sehingga total menjadi 17 perusahaan yang terdaftar di China.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Banun Harpini menyampaikan bahwa perusahaan eksportir sarang burung walet Indonesia dengan tujuan China telah bertambah.

“Lagi, 9 perusahaan baru sarang burung walet (SBW) Indonesia terdaftar di China,” kata Banun saat menerima lembar CNCA (Certification and accreditation Administration of the People’s Republic of China),Senin (30/4/2018).

Menurutnya, kesembuilan perusahaan tersebut telah melalui proses penilaian atau audit oleh pemerintah China pada 2 – 8 Desember 2017 yang lalu. Dengan terdaftarnya 9 perusahaan ini menyusul 8 perusahaan sebelumnya, sehingga total perusahaan yang terdaftar di China sebanyak 17 perusahaan.

Perusahaan yang sudah mendapatkan persetujuan CNCA, berarti sudah menjalankan komitmen bersama agar persyaratan dapat dipenuhi. Banun juga menjelaskan bahwa jajarannya di Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani sejak tahun 2015 telah melakukan pembinaan pada perusahaan-perusahaan SBW Indonesia agar dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah Cina.

Persyaratan tersebut antara lain: pemanasan produk pada suhu 70°C minimal selama 3,5 detik, kadar nitrit tidak lebih dari 30 ppm dan jaminan ketelusuran sampai ke rumah walet.

Saat ini pasar China merupakan pasar strategis untuk SBW Indonesia, dimana dengan 8 perusahaan terdahulu, SBW Indonesia menguasai 70% market share SBW dibanding negara terdaftar lainnya yaitu Malaysia dan Thailand.

Namun dari perhitungan persentase, ekspor langsung ke China baru sekitar 5% dari ekspor SBW Indonesia ke seluruh dunia. Dengan penambahan 9 perusahaan baru, Kementerian Pertanian optimistis, bahwa persentase ekspor langsung ke Cina akan semakin besar dan sedikit demi sedikit menggeser pemasukan SBW melalui negara ketiga sehingga dapat memberi nilai tambah bagi pelaku usaha SBW di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor sarang walet
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top