Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rencana Pembangunan 2019 Masih Tekankan Pentingnya Sinergi Swasta-BUMN

Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 masih menekankan pentingnya sinergi dan integrasi sumber-sumber pembiayaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara untuk mendorong pertumbuhan yang merata dan berkualitas.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 30 April 2018  |  10:05 WIB
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro (tengah) bersama para kepala daerah yang menerima penghargaan Anugrah Pangripta Nusantara 2017 dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2017, Jakarta, Rabu (26/4). - Antara/Rosa Panggabean
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro (tengah) bersama para kepala daerah yang menerima penghargaan Anugrah Pangripta Nusantara 2017 dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2017, Jakarta, Rabu (26/4). - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA -- Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 masih menekankan pentingnya sinergi dan integrasi sumber-sumber pembiayaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara untuk mendorong pertumbuhan yang merata dan berkualitas.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan pelibatan peran swasta dan BUMN dalam pembiayaan pembangunan merupakan hal yang penting.

"Baik untuk memenuhi keterbatasan ruang fiskal maupun dalam rangka memberikan layanan kepada masyarakat yang lebih baik," kata Bambang dalam pidato sambutannya dalam Musrenbangnas RKP 2019 di Hotel Sahid, Senin (30/4).

Pelibatan tersebut dilaksanakan melalui berbagai skema, yakni skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur, maupun melalui skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA).

Dalam rancangan awal RKP 2019, Bambang mengatakan telah direncanakan pembangunan infrastruktur yang akan didanai melalui skema KPBU sebesar Rp14,5 triliun rupiah sementara target pembiayaan investasi yang difasilitasi melalui skema PINA sebesar Rp41,1 triliun.

"Dengan sinergi dan integrasi sumber-sumber pembiayaan ini, pencapaian sasaran pembangunan nasional diharapkan dapat terlaksana dengan lebih cepat dan optimal,” tegas Menteri Bambang.

Di tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 ini, Bambang mengatakan pemerintah fokus untuk melaksanakan lima Prioritas Nasional yaitu pembangunan Manusia melalui Pengurangan Kemiskinan dan Peningkatan Pelayanan Dasar; pengurangan Kesenjangan antarwilayah melalui Penguatan Konektivitas dan Kemaritiman.

Selain itu, peningkatan Nilai Tambah Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja melalui Pertanian, Industri, Pariwisata dan Jasa Produktif Lainnya; pemantapan Ketahanan Energi, Pangan dan Sumber Daya Air; dan stabilitas Keamanan Nasional dan Kesuksesan Pemilu.

Proses penyusunan RKP 2019 diawali dengan penyusunan Rancangan Awal RKP oleh Kementerian PPN/Bappenas sesuai dengan Agenda Prioritas NAWA CITA. Rancangan Awal RKP tersebut disempurnakan dengan masukan usulan program dan kegiatan dari pemerintah daerah melalui acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Pembangunan yang telah dilaksanakan dari Februari hingga Maret 2018.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas musrenbang
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top