Podomoro Rilis Program Sampah Jadi Uang

PT Agung Podomoro Land Tbk, salah satu perusahaan properti dan realestat besar di Indonesia, berkolaborasi dengan Yayasan Agung Podomoro Land, PT Prima Buana Internusa, Inner City Management, PT Ari Karya Utama serta GO-JEK meluncurkan environmental awareness program bertema #TrashForCash.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 23 April 2018 17:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Agung Podomoro Land Tbk, salah satu perusahaan properti dan realestat besar di Indonesia, berkolaborasi dengan Yayasan Agung Podomoro Land, PT Prima Buana Internusa, Inner City Management, PT Ari Karya Utama serta GO-JEK meluncurkan environmental awareness program bertema #TrashForCash.

Pemimpin Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL), Indra Widjaja Antono mengatakan, ini merupakan program bank sampah inovatif di mana sampah botol plastik dapat ditukar dengan saldo GO-PAY dari GO-JEK. Program #TrashForCash diluncurkan Senin (23/4/2018) dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional yang jatuh pada 22 April 2018 lalu. Program ini juga merupakan inovasi pertama di Indonesia yang memberikan opsi penukaran insentif bank sampah dengan saldo GO-PAY.

“Kami semua berharap program #TrashForCash mampu meningkatkan kepedulian lingkungan, sekaligus langkah edukasi di masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar,” kata Indra W. Antono melalui siaran pers, Senin (23/4/2018).

Dia menyebut, program sinergi ini sekaligus mendukung upaya pemerintah yang tengah gencar menyelesaikan permasalahan sampah di Tanah Air di mana pemerintah Indonesia memiliki target Indonesia Bebas Sampah 2020.

Indra menjelaskan, jika program #TrashForCash mendapat respons baik oleh masyarakat, maka tidak tertutup kemungkinan program tersebut akan direplikasi di kawasan-kawasan lain yang dikelola oleh APL, terutama kawasan dengan tingkat hunian yang tinggi.

“Kami semua ingin menciptakan semangat perubahan akan kesadaran masyarakat terhadap sampah, dan ini dapat dimulai dari lingkungan sendiri. Kami berharap gerakan ini nantinya mampu menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat yang lebih luas. Melalui kolaborasi kreatif dengan GO-PAY, PBI-ICM dan PT Ari Karya Utama kami ingin memberikan edukasi dan insentif yang menarik, kreatif, mudah, dan cepat bagi masyarakat untuk memulai peduli dan memilah sampahnya dengan benar,” tambah Indra.

Sebagai gambaran, di kawasan Podomoro City, Jakarta Barat, total unit sekitar 9.900 unit atau sekitar 19.800 penghuni dewasa dari 16 tower apartemen yang sudah aktif dan dengan tingkat okupansi lebih dari 80%.

Jumlah tersebut belum termasuk karyawan kantor APL Tower, karyawan pengelola, dan pengunjung Mall Central Park. Per Desember 2017, pengunjung Mall Central Park dan Soho dapat mencapai 300.000 orang/bulan. Selain itu, Podomoro City terletak di dekat kawasan pemukiman Tanjung Duren yang dikelilingi sejumlah sekolah dan universitas.

Nila Marita, Chief Corporate Affairs GO-JEK Indonesia, menyatakan bahwa GO-JEK sangat antusias mendukung program CSR kreatif #TrashForCash melalui GO-PAY. Selain mengedukasi masyarakat perihal pengelolaan sampah, menurut Nila, program ini penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Alasan tersebut mendorong GO-JEK melalui GO-PAY untuk menjalin kolaborasi dengan APL, YAPL, PBI-Inner City dan PT Ari Karya Utama.

“Kami antusias menjadi bagian dari motor perubahan budaya peduli sampah di Indonesia. GO-JEK dan GO-PAY senang dapat turut berkontribusi dalam misi kepedulian sosial dan lingkungan hidup,” tuturnya.

Sebagai informasi, menurut riset Greeneration Foundation, lembaga swadaya masyarakat yang mengikuti isu sampah selama 10 tahun terakhir, menyatakan satu orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 sampah plastik per tahun. Di alam, kantong plastik yang tidak terurai akan menjadi ancaman kehidupan dan ekosistem.

Tag : bank sampah
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top