Ibu Rumah Tangga Penghuni Rusunawa Ikut Pelatihan UMKM

Para ibu rumah tangga penghuni rumah susun sewa (rusunawa) menjadi peserta program pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diinisiasi PT HM Sampoerna.
M. Syahran W. Lubis | 20 April 2018 17:18 WIB
Pelatihan UMKM untuk para ibu rumah tangga penghuni Rusunawa Pulogebang di Jakarta Timur. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 50 peserta yang kebanyakan ibu rumah tangga penghuni rumah susun sewa (rusunawa) Pulogebang, Jakarta Timur, menjadi peserta program pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diinisiasi PT HM Sampoerna.

Arief Triastika, Regional Manager Relation dan CSR PT HM Sampoerna, mengatakan pelatihan UMKM untuk ibu rumah tangga penghuni Rusunawa bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan sesuai dengan program pemerintah.

"Pogram pelatihan UMKM ini dilaksanakan selama 4 bulan dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari 80 persen ibu-ibu rumah tangga penghuni rusunawa," ungkapnya di sela-sela Pelatihan UMKM Warga Rusunuwa di Jakarta pada Jumat (20/4/2018).

Dia mengemukakan pogram pelatihan UMKM ini juga dilaksanakan di daerah lain di antaranya di Desa Sukaluyu dan Desa Puseurjaya, Karawang, Jawa Barat, serta di Desa Plamongansari dan Desa Batursari, Semarang, Jawa Tengah. Keselurahan peserta pelatihan UMKM mencapai 250 orang.

Arief menjelaskan program itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ibu-ibu rumah tangga dan dapat menjadi wirausahawan yang andal.

"Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap masyarakat dan implementasi konsep filosofi tiga tangan dari PT HM Sampoerna, yakni hubungan kerja sama yang harmonis antara stakeholder, karyawan, dan masyarakat," ujar Arief.

Peningkatan ekonomi kerakyatan oleh PT HM Sampoerna ini merupakan program CSR bermitra dengan Yayasan Bhakti Asiraa (YBA). Adapun materi pelajaran yang diberikan meliputi, perencanaan usaha, produksi, menghitung harga pokok penjualan, sales marketing, branding, dan digital marketing.

"Tujuannya agar mereka dapat mengases pasar daring (online) media sosial. Para ibu rumah tangga dilatih membuat email dan digital photography dengan mengunakan handphone," tutur Arief.

Yoyok Indrayatno, Project Manager Yayasan Bhakti Asiraa, menyatakan dengan kerja keras para bisnis coach dan mentor yang telah memberikan pendampingan penuh bagi setiap peserta.

“Meskipun pelatihan belum selesai, ibu-ibu sudah mampu menciptakan pendapatan harian dari hasil usahanya sedikitnya Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari. Mereka juga menjadi mengerti pemasaran produk lewat media sosial," ujar Yoyok melalui siaran pers.

Tag : umkm, hm sampoerna
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top