Adaro Gandeng Indonesia Power Garap PLTU di Kalimantan

PT Adaro Power, anak usaha PT Adaro Energy Tbk, bersama dengan PT Indonesia Power masih melakukan negosiasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terkait dengan rencana pengerjaan salah satu proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang di Kalimantan.
Denis Riantiza Meilanova | 19 April 2018 17:49 WIB
Logo PT Adaro Energy, Tbk. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adaro Power, anak usaha PT Adaro Energy Tbk, bersama dengan PT Indonesia Power masih melakukan negosiasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terkait dengan rencana pengerjaan salah satu proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang di Kalimantan.

Dharma Djojonegoro, Wakil Presiden Direktur Adaro Power, mengaku bahwa pihaknya telah dipilih menjadi mitra Indonesia Power menggarap proyek PLTU mulut tambang di Kalimantan. 

Namun, dia masih enggan menyebutkan secara gamblang proyek yang tengah dikerjakan, yang jelas saat ini proses negosiasi dengan PLN, induk usaha Indonesia Power, masih berjalan.

"Masih diskusi, masih nego.  Adaro Power dah sama Indonesia Power tinggal dengan PLN," ujar Dharma di Jakarta, Kamis (19/4/2018). 

Menurut Dharma, negosiasi yang tengah berlangsung itu terkait dengan persoalan perjanjian jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA).  Salah satu isu yang tengah dibahas adalah isu mengenai bankability.

Dia menyebutkan terdapat aturan yang mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2017,  tentang hak kepemilikan tidak boleh dialihkan selama 5-10 tahun setelah COD.  Hal ini, seringkali membuat bank sulit menyalurkan pinjaman.

"Bank kalau kasih pinjaman kalau gagal [proyeknya] harus bisa ambil alih.  Dengan aturan ini mereka nggak bisa ambil alih," katanya.

Dharma berujar pihaknya terus melakukan diskusi intensif dengan PLN tiap minggunya.  Dia berharap tahun ini pihaknya dapat segera mencapai tahap PPA.

"Tahun ini insyaallah. Tapi intinya sudah sangat maju tinggal beberapa isu, antara lain isu bankability. Itu penting kalau kami nggak dapat pinjaman ya percuma," katanya.

Terkait rencana pendanaan, Adaro berniat mencari pinjaman dari bank luar negeri.  Menurutnya, bunga yang diberikan bank luar lebih murah dibandingkan bank lokal.

Adapun menurut catatan Bisnis, Indonesia Power, dan Adaro Power akan mengelola PLTU Kaltim 5 berkapasitas 2x100 megawatt (MW). Proyek pembangkit listrik yang dibangun di wilayah tambang batu bara itu ditugaskan kepada Indonesia Power melalui skema penunjukan langsung dari PLN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
adaro

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top