Tol Brebes Timur—Pemalang Ditargetkan Beroperasi Bulan Depan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menargetkan seksi 3 dan 4 jalan tol PejaganPemalang sepanjang 37 kilometer dari Brebes Timur hingga Pemalang bisa beroperasi pada Mei 2018.
Irene Agustine | 15 April 2018 16:22 WIB
Proyek pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang di Dukuhturi, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (26/5). - Antara/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menargetkan seksi 3 dan 4 jalan tol Pejagan—Pemalang sepanjang 37 kilometer dari Brebes Timur hingga Pemalang bisa beroperasi pada Mei 2018.

Dia mengatakan bahwa dengan beroperasinya ruas tersebut, pemudik yang berkendara ke arah Semarang tidak lagi keluar pintu tol Brebes Timur, tetapi bisa meneruskan ke ruas tol Pemalang—Semarang sepanjang 114,20 kilometer yang akan dibuka fungsional atau belum dikenakan tarif tol.

“Kami berupaya agar mudik Lebaran tahun 2018 lebih baik dari tahun lalu. Tahun ini tidak ada lagi jalur darurat. Kondisi jalan yang fungsional sudah kondisi perkerasan beton atau aspal yang kualitasnya lebih baik dari lean concrete,” kata Basuki melalui siaran pers, Minggu (15/4/2018).

Adapun, pada seksi 1 Pemalang—Pekalongan sepanjang 17 kilometer dalam ruas tol Pemalang—Batang dilakukan percepatan  yang menjadi titik kritis di ruas tersebut. Kondisi tanah yang lunak mengakibatkan pengerjaannya menggunakan teknologi vacuum consolidation method.

Percepatan dilakukan dengan meningkatkan intensitas pekerjaan penimbunan tanah dari semula 5.000 meter kubik per hari menjadi 20.000 meter kubik per hari. Ruas yang sudah selesai ditimbun dilanjutkan penghamparan batu agregat.

“Pertengahan Mei sudah bisa dimulai pengaspalan dan akan selesai dalam 2 minggu. Saya akan ke sini lagi untuk melakukan pengecekan pada awal Mei 2018,” ujar Basuki.

Pengusahaan jalan tol Pemalang—Batang dilakukan melalui investasi PT Pemalang Batang Toll Road yang sahamnya dimiliki oleh PT Waskita Karya Tbk. dan PT Sumber Mitra Jaya.

Sementara itu, untuk jalan tol Batang—Semarang sepanjang 75 kilometer progres konstruksinya sudah 75,4%. Saat meninjau pembangunan Jembatan Kali Kuto yang menjadi titik kritis di ruas tersebut, Basuki optimistis jalan tol itu akan bisa dilalui pada mudik Lebaran nanti.

“Minggu ketiga April akan dimulai pemasangan rangka baja pelengkung jembatannya sehingga saya lebih optimistis bisa digunakan saat mudik nanti,” kata Menteri Basuki.

Pengusahaan jalan tol Batang—Semarang dilakukan melalui investasi PT Jasamarga Batang Semarang dengan komposisi saham dimiliki oleh PT Jasa Marga Tbk. dan PT Waskita Karya Tbk. Konstruksi pada ruas tol ini seluruhnya dilakukan oleh PT Waskita Karya.

Kementerian PUPR fokus menyelesaikan tol Trans-Jawa sehingga bisa tersambung dari Merak hingga  Banyuwangi pada akhir 2019 sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo saat meresmikan jalan tol Ngawi—Wilangan pada 29 Maret 2018.

Tag : jalan tol, mudik lebaran
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top