Kebakaran Gambut: APHI Dukung Pendekatan Berbasis Pembangunan Desa

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia mendukung program pencegahan kebakaran lahan gambut dengan pendekatan pembangunan desa yang diinisiasi Badan Restorasi Gambut.
Sri Mas Sari | 28 Maret 2018 19:06 WIB
Lahan gambur di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia mendukung program pencegahan kebakaran lahan gambut dengan pendekatan pembangunan desa yang diinisiasi Badan Restorasi Gambut.

Ketua Umum APHI Indroyono Soesilo mengatakan restorasi lahan gambut harus dijalankan dalam bentang lanskap sesuai dengan karakteristiknya agar efektif.

Karena itu, restorasi lahan gambut di areal konsesi hutan tanaman industri (HTI) tidak bisa dipisahkan dengan kawasan perdesaan di sekitarnya. Dalam konteks ini, program Desa Peduli Gambut yang berada di sekitar kawasan HTI akan berkorelasi dengan kegiatan restorasi di areal konsesi.

"Karena luasnya lahan di luar konsesi HTI yang harus direstorasi, APHI siap menyinergikan program pengembangan masyarakat yang telah dijalankan konsesi HTI anggota APHI dengan program DPG [Desa Peduli Gambut] untuk menjamin efektifitas program,” kata Indroyono dalam siaran pers, Rabu (28/3/2018).

Berdasarkan data APHI, target DPG 2017-2018 terdiri atas 338 desa peduli gambut yang tersebar di lima provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Percepatan program desa peduli gambut mendesak dilakukan untuk mengantisipasi musim kemarau pada April 2018 dan mewujudkan Indonesia bebas asap menjelang Asian Games 2018.

“Kami berupaya semaksimal mungkin pada saat Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, jangan sampai ada asap akibat kebakaran hutan dan lahan,” tutur Indroyono.

Menurut dia, program yang sudah dijalankan anggota APHI, seperti Desa Bebas Api dan Desa Makmur Peduli Api, tidak hanya untuk mencegah kebakaran, tetapi juga meningkatkan produktivitas lahan, peran warga desa dalam melindungi sumber daya hutan, mencegah konflik, dan meningkatkan hubungan masyarakat yang harmonis, serta meningkatkan kemitraan pemasaran produk.

“Hal terpenting yang diperoleh pada program tersebut adalah meningkatnya perekonomian masyarakat dan juga pemetaan sumber daya penting pendukung penghidupan masyarakat,“ ujar Indroyono.

Dia menegaskan sasaran akhir dari program pemberdayaan masyarakat yang disinergikan dengan program Desa Peduli Gambut adalah terbentuknya desa mandiri yang mampu mengelola lahan gambut di kawasan perdesaan secara arif dan lestari.

“Koordinasi yang baik lintas kementerian/lembaga yang didukung sektor usaha dan masyarakat menjadi faktor kunci untuk menjamin tercapainya desa mandiri," tutur Indroyono.

Tag : kebakaran hutan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top