Konsumen Properti Memilih Lingkungan yang Sudah Jadi

Paramount Land optimistis meluncurkan proyek terbaru pada awal tahun ini setelah sempat vakum meluncurkan proyek, pada semester akhir tahun lalu.
Anitana Widya Puspa | 28 Maret 2018 17:24 WIB
Paramount Land - Ilustrasi

Bisnis.com,JAKARTA—Paramount Land kembali optimistis meluncurkan proyek terbaru pada awal tahun ini setelah sempat vakum meluncurkan proyek, pada semester akhir tahun lalu.
Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho mengatakan tahun lalu memang menjadi tahun yang cukup sulit bagi industri properti. Perusahaan juga baru merealisasikan 60% dari target penjualan yang dipasang sebesar Rp2,5 triliun. Memasuki 2018, perusahaan juga menampik adanya tantangan dalam tahun politik.
Selama masa politik, lanjut dia, pengembang hanya memiliki masa efektifitas penjualan kurang dari 6 bulan. Perusahaan berupaya lebih optimistis dan meyakini bisa mencapai target penjualan yang dipasang tak berbeda jauh dengan tahun lalu.
Ervan menuturkan ada strategi berbeda saat peluncuran tahun ini, yakni perusahaan sudah menyiapkan rumah contoh, supaya memberi nilai tambah dan kepercayaan bagi konsumen. Calon pembeli bisa sekaligus meninjau dan memperoleh gambaran kondisi lingkungan tinggal.
“Tahun ini kami juga memasang target yang sama namun lebih optimis bahwa situasi tahun ini lebih baik daripada tahun lalu meskipun tantangannya banyak dari tahun politik pasti efektifitas bulan-bulan lebih terbatas Tapi dengan bu tersisia kami efektifkan,”katanya Rabu (28/3).
Andreas Nawawi, Managing Director Paramount Land melanjutkan perusahaan sudah mulai memantau kondisi pasar sejak 2 tahun belakangan. Menurut Andreas, pembeli saat ini menginginkan hunian di lokasi yang sudah jadi.
Dia mengatakan ketika  mengembangkan rumah tapak tahap pertama, perusahaan tidak langsung melanjutkan mengembangkan di lokasi yang sama untuk tahap berikutnya. Namun secara melompat-lompat, di lokasi lain yang masih dalam satu kawasan. Dengan penyebaran itu, maka telah lebih dulu membentuk lingkungan. Dalam pengembangan kini, perusahaan masih memilki banyak lokasi yang berada di tengah kawasan yang masih bisa dimanfaatkan.
“Kami pelajari mereka membutuhkan lokasi yang sudah jadi,”tekannya.
Kedua, transportasi  akan menjadi menjadi kekuatan pendorong perumahan. Salah satu akses yang diidolakan adalah tranportasi publik.
Selain itu mayoritas pembeli Paramount adalah first home buyer yang menikah dan berkeluarga. Sehingga kemudahan cara bayar mendapat prioritas, dan membuat perusahaan banyak bekerja sama dengan bank supaya bisa menawarkan harga yang murah dan terjangkau.
“Inilah yang menjadi kekuatan penjualan tahun lalu. Di tengah kesulitan yang sudah jadi kami masih membukukan penjualan cukup baik,”katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hunian

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top