LPEI Sediakan Fasilitas Ekspor ke Negara Kawasan Afrika

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyediakan fasilitas ekspor dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ke negara kawasan Afrika.
Azizah Nur Alfi | 28 Maret 2018 07:06 WIB
Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan Brahmantio Isdijoso, Direktur Pelaksana I LPEI Dwi Wahyudi, Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri Daniel Tumpal Simanjuntak, dan Kepala Seksi Pemerintah Kementerian Perdagangan Yonatan Kriswidiyanto Sitohang (ki-ka) dalam seminar Menggarap Peluang Ekspor Baru Bagi Indonesia di Lombok, NTB, Selasa (27/3). - Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, MATARAM -- Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyediakan fasilitas ekspor dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ke negara kawasan Afrika.

Hal ini merupakan bagian dari penugasan khusus dari pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.787/KMK.08/2017 tentang penugasan khusus kepada LPEI untuk mendorong ekspor ke negara kawasan Afrika yang ditetapkan pada 6 November 2017.

Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Brahmantio Isdijoso menyampaikan pemerintah mengalokasikan dana penugasan ekspor sebesar Rp1,3 triliun. Adapun, jangka waktu penugasan hingga 31 Desember 2022.

Penugasan khusus ini berlaku untuk seluruh komoditas baik barang maupun jasa dan bagi semua pelaku ekspor. Dia berharap penugasan khusus tersebut dapat mendorong usaha kecil menengah untuk masuk ke pasar Afrika.

Apalagi, Afrika merupakan pasar masa depan bagi Indonesia. Benua tersebut memiliki penduduk sebanyak 956,73 juta jiwa dan 54% di antaranya masuk dalam usia produktif.

PDB Afrika tercatat mencapai US$1,49 triliun dan diprediksi naik 2,9% pada 2017 serta 3,6% pada 2018.

"Eksportir perlu melihat ini. Ini kesempatan yang bagus untuk para eksportir," katanya dalam seminar bertajuk Menggarap Peluang Ekspor Baru Bagi Indonesia di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (27/3/2018).

Direktur Pelaksana I LPEI Dwi Wahyudi menerangkan seperti diamanatkan dalam KMK No.787/KMK.08/2017, LPEI harus menyediakan fasilitas ekspor untuk pengembangan pasar non tradisional. Pada tahap awal, pihaknya mendorong UMKM di Indonesia Timur agar dapat memanfaatkan fasilitas ekspor meliputi pembiayaan, penjaminan, dan asuransi.

Minat eksportir terhadap fasilitas ekspor oleh LPEI diklaim terbilang besar. Dia menyebut saat ini total pengajuan pembiayaan mencapai Rp1,6 triliun atau melebihi alokasi dana penugasan khusus yang diberikan pemerintah.

Pengajuan dana banyak berasal dari eksportir produk furniture, CPO, kertas, dan tekstil.

"Kami akan selektif terhadap komoditas yang memang diminta oleh negara di Afrika. Untuk tahap awal di Indonesia Timur. Kami prioritaskan di UMKM," tambah Dwi.

Tag : ekspor
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top