BGR Rambah Proyek Properti Terpadu Hunian-Kantor-Pergudangan

perusahaan logistik dan pergudangan milik negara, PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) berencana terjun ke bisnis properti terpadu dengan menggarap lahan seluas 22 hektare di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Rivki Maulana | 27 Maret 2018 00:41 WIB
Direktur Operasional dan Pemasaran PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) M Taufik Hidayat memberikan sambutan saat acara Indonesia Excellence Award 2017, di Jakarta, Rabu (28/11) malam. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - perusahaan logistik dan pergudangan milik negara, PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) berencana terjun ke bisnis properti dengan menggarap lahan seluas 22 hektare di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Plt Direktur Utama BGR, Mohamad Affan mengatakan perseroan bakal berkongsi dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) untuk membangun kawasan terpadu (mixed used) di lahan milik perseroan. Semula, BGR bakal membangun gudang berpendingin atau cold storage di Kelapa Gading. Namun, lokasi yang strategis membuat perseroan kepincut untuk membangun proyek properti selain cold storage.

Untuk diketahui, kebutuhan cold storage terbilang tinggi, mulai dari produk daging, ikan, sayuran, dan produk yang dikemas dalam kaleng. Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia sebelumnya melansir, infrastruktur cold chain nasional saat ini hanya mampu mendukung 30% dari kebutuhan.

"Kami lakukan redesign dan sekarang sudah penjajakan dengan BUMN lain untuk sinergi. Tentu kami akan cari partner yang saling menguntungkan," jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (26/3/2018).

Affan menuturkan, kawasan terpadu yang akan dibangun meliputi perkantoran, apartemen, hotel, ruang pameran, hingga pergudangan modern. Dia mengungkapkan, perseroan juga berniat memindahkan kantor pusat yang saat ini berada di kawasan Jakarta Kota ke Kelapa Gading.

Menurut Affan, BGR menargetkan proses administrasi untuk kerja sama dengan BUMN lain bisa rampung tahun ini. Bila tidak ada aral melintang, pembangunan kawasan terpadu bisa dimulai pada 2019.

Saat ini, BGR dan calon mitra masih menyusun studi kelayakan sehingga belum memperkirakan biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun kawasan terpadu. Namun, jumlahnya menurut Affan terbilang besar karena untuk membangun cold storage saja, BGR memerlukan dana hingga Rp1 triliun.

Secara khusus, BGR juga akan membangun gudang modern khusus barang-barang bernilai tinggi. Affan mengatakan, tren peradangan elektronik atau dagang-el menjadi salah satu pemicu kenaikan permintaan gudang modern.

Di sisi lain, BGR juga menjajaki kerja sama penanganan angkutan kereta api dengan PT INKA (Persero). Affan menyebut, produk INKA kini kian diminati negara lain seperti Bangladesh, Thailand, dan Filipina. "Proses ekspornya dari Madiun itu yang bisa kami tangani. Tentu dengan harga yang kompetitif dan semangat sinergi," ujarnya.

Tag : logistik
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top