Produk CPO: Indonesia Cari Dukungan Eropa, Luhut Pandjaitan Sambangi 5 Negara

Indonesia terus berupaya mencari posisi tawar terhadap rencana pembatasan penggunaan produk turunan crude palm oil (CPO) berupa biodiesel di Uni Eropa pada 2021.
David Eka Issetiabudi | 23 Maret 2018 21:09 WIB
Luhut B. Pandjaitan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia terus berupaya mencari posisi tawar terhadap rencana pembatasan penggunaan produk turunan crude palm oil (CPO) berupa biodiesel di Uni Eropa pada 2021.

Didapuk sebagai Special Envoy pemerintah, Menteri Koordinator bidang Kemaritimian Luhut Binsar Pandjaitan akan melakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa bulan depan.

Awal pekan ini (19/3/2018), Luhut telah bertemu 20 duta besar negara Eropa untuk mencari titik temu terkait pelarangan perdagangan komoditas unggulan Indonesia tersebut.

Dari pertemuan tersebut, Luhut disarankan untuk menemui Parlemen Uni Eropa, untuk menegosiasi atau membatalkan larangan tersebut. Pasalnya, Parlemen Uni Eropa telah menyetujui proposal undang-undang energi terbarukan yang di dalamny menyinggung penggunaan CPO untuk biodiesel mulai 2021.

“Saya akan berangkat ke Eropa, Jadi sudah diperintah Presiden sebagai spesial envoy, soal biodiesel, bukan yang lain,” tuturnya, Jumat (23/3/2018).

Dia pun mengaku telah melaporkan semua perkembangan terkait negosiasi CPO ke Uni Eropa kepada Presiden Joko Widodo. Luhut mengatakan setidaknya akan mengunjungi lima negara Eropa.

“Kalau semua tanggalnya bagus [setelah Spring Meeting IMF – World Bank] kami langsung ke sana. Tergantung parlemen Uni Eropa lah jadwalnya, setelah itu mungkin ke Inggris, Jerman, Belanda, Belgia” tambahnya.

Tag : cpo, sawit, Luhut Pandjaitan
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top