SMF Buka Peluang Gandeng 2 Investor Asing

PT Sriwijaya Maintenance Facility, anak usaha Sriwijaya Air Group, tidak menutup kemungkinan menjalin kerja sama dengan dua perusahaan asing untuk membangun fasilitas perawatan pesawat di Bintan, Kepulauan Riau.
Rio Sandy Pradana | 22 Maret 2018 16:56 WIB
Pesawat Sriwijaya Air di Bandara Silangit di Tapanuli Utara, Sumatra Utara. - Bandara Silangit Antara/M. Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sriwijaya Maintenance Facility, anak usaha Sriwijaya Air Group, tidak menutup kemungkinan menjalin kerja sama dengan dua perusahaan asing untuk membangun fasilitas perawatan pesawat di Bintan, Kepulauan Riau.

Direktur Utama SMF Richard Budihadianto memilih perusahaan patungan (joint venture) sebagai bentuk kerja sama tersebut. Rencananya, joint venture akan dilakukan dengan dua investor.

"Bisa satu atau dua [investor] tergantung apakah mereka bisa memenuhi kebutuhan kami atau tidak," kata Richard, Kamis (22/3/2018).

Dia menjelaskan SMF sebagai pemain baru pada bidang perawatan pesawat (maintenance repair overhaul/MRO) memerlukan investor yang sudah memiliki citra dan kemampuan mumpuni dalam menangani pelanggan.

Selain itu, lanjutnya, kebutuhan utama adalah pendanaan. SMF akan berinvestasi dalam 5 tahun pertama dengan kebutuhan dana mencapai US$10 juta untuk pembangunan dua unit line station.

Kendati demikian, Richard masih enggan untuk menyebutkan investor yang sudah menjalin komunikasi. Pihak internal perusahaan masih melakukan kajian terhadap beberapa investor yang sudah berminat.

SMF berhasil meraih sertifikasi sebagai perusahaan perawatan pesawat terbang atau Approved Maintenance Organization (AMO) dari Kementerian Perhubungan pada 2016.

Sertifikat AMO tersebut mempunyai ketentuan untuk limited airframe, limited accessories, limited emergency equipment, limited non-destructive inspection, serta testing and processing.

Tag : sriwijaya air
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top