Rumania Tawarkan Pelabuhan Constanta Untuk Perluas Pasar Ekspor Indonesia

Rumania menawarkan kepada Indonesia untuk memanfaatkan pelabuhan Constanta yang berada di tepi Laut Hitam sebagai hub logistik utama bagi masuknya komoditas impor nasional ke negara itu.
Inria Zulfikar | 22 Maret 2018 02:25 WIB
Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR, Juliari P. Batubara (kedua kiri) dan Susilawati Bakrie, Charge d'Affaires KBRI Rumania (kiri) sedang menyimak informasi yang disampaikan eksekutif Kamar Dagang Rumania mengenai potensi ekonomi negara itu dalam diskusi yang berlangsung di Bukares, Rabu (21/3/2018). - JIBI/Inria Zulfikar

 

Bisnis.com, BUKARES - Rumania menawarkan kepada Indonesia untuk memanfaatkan pelabuhan Constanta yang berada di tepi Laut Hitam sebagai hub logistik utama bagi masuknya komoditas impor nasional ke negara itu.

Paula-Marinela Pirvanescu, Wakil Menteri Lingkungan Bisnis, Perdagangan dan Kewirausahaan Rumania, menegaskan pihaknya sangat menyambut baik bila pebisnis dari Indonesia berniat melebarkan sayap usahanya ke negara itu dengan memanfaatkan pelabuhan utama Constanta sebagai pintu masuk arus barang.

"Kami bisa memberikan pelayanan di Constanta. Kapasitas dan kualitasnya segera kami tingkatkan. Constanta akan kami perluas," ujarnya saat menerima kunjungan delegasi Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR yang dipimpin Juliari P. Batubara di Bukares, Rabu (21/3/2018).

Paula mengemukakan pemerintah Rumania tengah serius meningkatkan daya saing pelabuhan tersebut agar mampu sejajar dengan standar dan kinerja pelabuhan utama yang telah mapan di Eropa, seperti misalnya di Rotterdam, Belanda.

Kementerian tersebut bahkan mengusulkan agar Indonesia melakukan studi lebih dulu mengenai masuknya barang impor melalui Constanta sebagai dasar pijakan sebelum menjadikannya sebagai pelabuhan tujuan ekspor nasional ke negara itu.

Menanggapi hal itu, Jon Erizal, anggota delegasi BKSAP, mengatakan tawaran tersebut sangat menarik dikaji lebih jauh sepanjang volume arus barangnya ekonomis. "Menurut saya perlu dibentuk tim kecil untuk melihat lebih jauh masalah ini," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mencoba menggali permasalahan yang masih mengganjal hubungan dagang dan investasi kedua negara.

Rumania ingin neraca perdagangan luar negeri mereka yang defisit terhadap Indonesia dapat lebih seimbang. Mengenai isu ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa, Rumania pada prinsipnya mendukung langkah Indonesia agar komoditas itu bisa masuk ke Eropa. Namun persoalannya, keputusan bukan berada di pihak pemerintah.

Mereka juga berharap Indonesia bisa cepat menuntaskan beberapa ketentuan perdagangan seperti yang dilakukan Vietnam.

"Kami ingin meningkatkan ekspor peralatan pertanian ke Indonesia. Kami tertarik juga untuk impor kopi," kata Paula.

Selama 2013-2017 Indonesia terus menikmati surplus dalam perdagangan bilateral dengan Rumania dengan total nilai diperkirakan mencapai US$300 juta.

Sebelumnya delegasi BKSAP DPR juga berkunjung ke parlemen negara itu dan diterima oleh Ben-Oni Ardelean, Vice President Chamber of Deputies beserta jajarannya.

Dalam kesempatan terpisah, pihak Kamar Dagang Rumania juga memandang Indonesia sebagai mitra dagang yang penting, dan berharap Jakarta memanfaatkan pelabuhan Constanta sebagai hub logistik untuk memperluas penetrasi produk ekspor ke pasar Eropa lainnya.

"Silakan dimanfaatkan karena lokasinya sangat strategis," kata Virgil Goaga, Director of Foreign Affairs Kamar Dagang Rumania saat bertemu dengan delegasi BKSAP DPR.

Delegasi Indonesia juga menanyakan sejumlah isu yang tengah dihadapi para pebisnis Rumania serta bagaimana cara pemerintah mengatasinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perdagangan bilateral, rumania

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top