Indonesia-Swiss Kolaborasi Pengembangan Politeknik Vokasi Industri

Pemerintah Indonesia dan Swiss sepakat melakukan kerja sama dalam upaya pengembangan politeknik berbasis kejuruan yang menerapkan sistem ganda pada proses pendidikan. Program ini dinamakan Skill For Competitiveness (S4C).
Annisa Sulistyo Rini | 21 Maret 2018 16:42 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memukul gong disaksikan Duta Besar Konfederasi Swiss untuk Indonesia Yvonne Baumann serta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir tanda peresmian kerja sama. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia dan Swiss sepakat melakukan kerja sama dalam upaya pengembangan politeknik berbasis kejuruan yang menerapkan sistem ganda pada proses pendidikan. Program ini dinamakan Skill For Competitiveness (S4C).

“Selain meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar sesuai kebutuhan dunia industri saat ini, tujuannya juga untuk kesiapan kita memasuki penerapan Industry 4.0,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peluncuran Program S4C di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Airlangga menyebutkan ada empat politeknik dan satu akademi komunitas milik Kemenperin yang akan dikembangkan dalam kerja sama ini, yaitu Politeknik Logam Morowali, Sulawesi Tengah, Politeknik Kayu dan Pengolahan Kayu Kendal, Jawa Tengah, Politeknik Industri Petrokimia Cilegon, Banten, serta Akademi Komunitas Industri Logam Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, satu sekolah milik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, yakni Politeknik Pemrosesan Ikan Jember, Jawa Timur.

"Ini merupakan salah satu kerja sama kedua negara yang prosesnya cukup cepat, karena sudah direalisasikan,” ujarnya.

Komitmen bilateral tersebut ditandai melalui penandatanganan MoU antara Menteri Perindustrian dengan Menteri Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss Johann N Schneider-Ammann di sela kegiatan World Economic Forum (WEF) 2018 di Davos, akhir Januari lalu.

Menurut Airlangga, kerja sama kedua belah pihak ini akan meliputi beberapa aktivitas seperti manajemen, kuliah dan pelatihan, penambahan kurikulum, serta penyiapan jejaring dan dukungan teknis dalam pengembangan sistem pendidikan vokasi. “Mereka berkomitmen mendanai fase pertama selama 4 tahun proyek,” ujarnya.

Pemerintah Swiss akan memberikan bantuan sebesar Rp110 miliar untuk lima politeknik vokasi di Indonesia yang sudah ditetapkan tersebut. “Oleh sebab itu, kami menyampaikan terima kasih dan megapresiasi bantuan dan kerja sama dari Pemerintah Swiss ini, semoga kompetensi SDM Indonesia bisa unggul seperti di Swiss,” ungkapnya.

Menperin juga menyampaikan Swiss merupakan negara yang cukup lama menerapkan dual vocational education and training (D-VET) system. Hasilnya mereka telah membuktikan sebagai negara dengan tingkat pengangguran pekerja muda yang rendah dan mencapai produktivitas tinggi. Berdasarkan The Global Competitiveness Index 2017-2018 Rankings, Swiss mampu menempati posisi puncak selama beberapa tahun terakhir.

Pada kesempatan yang sama, Menristekdikti Mohamad Nasir menyampaikan apresiasi atas kerja sama Kemenperin dengan Pemerintah Swiss dalam upaya peningkatan kompetensi SDM Indonesia melalui pengembangan kualitas politeknik. “Ini merupakan terobosan bagus dari Kemenperin karena sejalan dengan program yang kami jalankan untuk merevitalisasi sejumlah politeknik kita,” tuturnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
vokasi

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top