Optimalkan Data Pangan, Ini 8 Poin MOU Bulog dan BPS

Perum Bulog menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalan penyediaan data dan informasi statistik di Bidang Pangan selama lima tahun kedepan.
Pandu Gumilar | 20 Maret 2018 15:50 WIB
Gudang Bulog. - Jibi/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Bulog menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalan penyediaan data dan informasi statistik di Bidang Pangan selama lima tahun kedepan.

Terdapat 8 poin utama ruang lingkup strategis kerjasama antara kedua belah pihak. Pertama, penyediaan data dan informasi statistik melalui kegiatan perencanaan pengumpulan, pengolahan, analisis, serta penyajian data dan informasi statistik di bidang pangan.

Kedua, pemanfaatan data dan informasi statistik di bidang pangan. Ketiga, pengembangan sistem informasi statistik di bidang pangan. Keempat, dukungan fasilitas dan peralatan analisa mutu pangan.

Kelima, pelaksanaan kegiatan lain yang bersifat strategis dalam rangka penugasan yang diberikan pemerintah. Keenam, bersama melakukan monitoring di lapanhan terkait harga pasokan serta harga pangan.

Ketujuh, pengembangan SDM di bidang statistik serta bidang pangan. Kedelapan, pengembangan kerjasama kelembagaan lainnya yang terkait denan bidang statistik serta bidang pangan.

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan semakin tinggi akurasi data yang diberikan oleh BPS dapat digunakan sebagai alat pengembangan program dan evaluasi kinerja Bulog.

"Karena dengan semua itu tujuan kita untuk meningkatkan kesejahteraan atau menjaga stabilitas pangan dapat tercapai," katanya Selasa (20/3).

Dia mengatakan BPS tidak punya kepentingan lain selain memberikan data bahan pangan yang akurat di lapangan.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan data statistik yang akurat dapat dipergunakan untuk efisiensi dan efektifitas kinerja Bulog dalam kebutuhan informasi bahan pangan di lapangan.

"Data dan informasi BPS dapat digunakan oleh pengambil keputusan kebijakan di pemerintah maupun Bulog dalam melakukan analisa perencanaan dan pelaksanaan sesuai kondisi nyata di lapangan," katany

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulog, pangan

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top