Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penyimpanan Powerbank dan Baterai Lithium Cadangan di Pesawat Kini Diatur

Bagi Anda yang sering bepergian menggunakan angkutan udara sambil membawa alat pengisi baterai portabel (powerbank) atau baterai lithium cadangan harap memperhatikan aturan baru ini.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 12 Maret 2018  |  15:56 WIB
Penyimpanan Powerbank dan Baterai Lithium Cadangan di Pesawat Kini Diatur
'Power bank' - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi Anda yang sering bepergian menggunakan angkutan udara sambil membawa alat pengisi baterai portabel (powerbank) atau baterai lithium cadangan harap memperhatikan aturan baru ini.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengeluarkan Surat Edaran Keselamatan No. 15/2018 yang mengatur ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan pada pesawat udara.

SE yang diterbitkan sejak 9 Maret 2018 ini ditujukan pada maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang terbang di atau dari wilayah Indonesia.

Dalam beleid tersebut, powerbank atau baterai lithium cadangan tersebut harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang pada bagasi tercatat. Peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (watt-hour/Wh) tidak lebih dari 100 Wh.

Adapun, peralatan yang mempunyai daya antara 100 Wh hingga 160 Wh harus mendapatkan persetujuan dari maskapai dan diperbolehkan untuk dibawa maksimal dua unit per penumpang. Sementara, peralatan yang mempunyai daya lebih dari 160 Wh atau yang tidak dapat diidentifikasi, maka dilarang dibawa masuk ke pesawat udara.

Perhitungan peralatan powerbank atau baterai lithium cadangan yang tidak mencantumkan keterangan jumlah daya per jam, maka dapat diperoleh dengan beberapa cara.

Apabila jumlah tegangan (volt/V) dan jumlah arus/kapasitas (ampere-hour/Ah) diketahui, maka perhitungan daya per jam (Wh) dapat dikalkulasikan dengan rumus E = jumlah tegangan (V) x arus (Ah).

Apabila hanya diketahui miliampere (mAh), maka untuk mendapatkan ampere-hour (Ah) harus dibagi 1.000. Contohnya, jika jumlah tegangan 5 V dan jumlah kapasitas 6.000 mAh, maka jumlah daya per jam adalah 6.000 mAh : 1000 = 6 Ah, sehingga daya per jam adalah 5 V x 6 Ah = 30 Wh.

Menurut ketentuan SE, peralatan tersebut boleh di bawah di dalam pesawat.

Dalam SE Keselamatan ini, maskapai domestik dan asing diinstruksikan untuk menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses lapor diri (check-in) terkait kepemilikan powerbank atau baterai lithium cadangan.

Maskapai juga harus memastikan bahwa powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa penumpang dan personel pesawat udara harus memenuhi beberapa ketentuan. Powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa di pesawat udara tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain.

Maskapai juga harus melarang penumpang dan personel pesawat udara melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan powerbank pada saat penerbangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

powerbank
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top