Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Berpeluang Tumbuh Dobel Digit, Begini Strategi Kemenperin untuk Industri Agro

Kementerian Perindustrian menyebut sektor industri agro berpotensi tumbuh dobel digit setiap tahun asalkan dapat mengintegrasikan penyediaan bahan baku dan proses pengolahan dalam satu wilayah.
Panggah Susanto (Dirjen Industri Agro Kementrian Perindustrian/ketiga dari kanan) usai pembukaan The 31st Federation of ASEAN Pulp and Paper Industries Conference 2013/Bisnis
Panggah Susanto (Dirjen Industri Agro Kementrian Perindustrian/ketiga dari kanan) usai pembukaan The 31st Federation of ASEAN Pulp and Paper Industries Conference 2013/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian menyebut sektor industri agro berpotensi tumbuh dobel digit setiap tahun asalkan dapat mengintegrasikan penyediaan bahan baku dan proses pengolahan dalam satu wilayah.

Direktur Jendral Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan saat ini pihaknya tengah mengkaji sebuah model pengintegrasian tersebut sehingga diharapkan dapat mencapai tingkat efisiensi tertentu dan memiliki nilai ekonomis.

“Misalnya kami sudah memulai dengan komoditas singkong. Kami hitung dalam satu kegiatan produksi itu kira-kira untuk menjadi produk turunan dan produk lainnya membutuhkan lahan sekitar 50 hektar dalam satu unit processing dan itu sudah mencapai tingkat efisiensinya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Selain singkong, tutur Panggah, komoditas serupa yang kini tengah dikaji oleh Kemenperin adalah cokelat di Sulawesi Tengah dan kopi di wilayah Aceh.

“Kami sudah membuat peta potensi industri agro di seluruh wilayah Indonesia. Namun, ini perlu diperdalam lagi. Lalu, dari hal tersebut kemudian kita pikirkan soal integarasi antara on-farm dan industrinya,” imbuhnya.

Panggah menyebut integrasi antara penyediaan bahan baku dengan industri pengolahan dalam satu wilayah merupakan murni inisiatif dari pemerintah. Untuk itu dia berharap pengembangan tersebut dapat segera memiliki model atau formula yang tepat, sehingga dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

Sebagai catatan, hingga kuartal III/2017, industri agro mencatatkan pertumbuhan paling tinggi dibandingkan dengan industri pengolahan lain dengan capaian 6,07%. Adapun, industri makanan yang menjadi subsektor industri agro diproyeksi akan menjadi penopang utama pertumbuhan tahun ini dengan perkiraan peningkatan sebesar 8,96%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Andry Winanto
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper