Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Sarang Walet ke China Melonjak, Banyak Dikonsumsi Wanita Hamil

Kebijakan pemerintah China yang mulai mengijinkan satu keluarga memiliki dua anak berimbas pada ekspor sarang burung walet dari Indonesia.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 02 Maret 2018  |  20:01 WIB
Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPBSI) Boedi Mranata saat Musyawarah Nasional PPBSI Jum'at (2/3/2018). Bisnis - Pandu Gumilar
Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPBSI) Boedi Mranata saat Musyawarah Nasional PPBSI Jum'at (2/3/2018). Bisnis - Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA — Kebijakan pemerintah China yang mulai mengijinkan satu keluarga memiliki dua anak berimbas pada ekspor sarang burung walet dari Indonesia.

Hal tersebut disebabkan oleh kandungan 10% ciclic acid pada sarang burung walet yang bermanfaat bagi pembentukan otak janin. Sehingga konsumsi masyarakat China akan sarang burung walet semakin tinggi.

Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPBSI) Boedi Mranata mengatakan ibu hamil di China terbiasa mengkonsumsi sarang burung walet sejak usia kandungan 2 bulan sampai dengan lahir. Hal tersebut dipercaya dapat menjadikan sang janin lebih cerdas.

Alhasil, tren tersebut ikut mendongkrak ekspor sarang burung walet indonesia ke china tiap tahunnya. Pada 2015, pengekspor sarang burung walet asal Indonesia mengirimkan dari 14 ton ke China. Lalu meningkat menjadi 26 ton pada tahun 2016 dan 52 ton pada tahun 2017.

"Nilai ekspor ke China itu US$87,4 juta atau setara Rp1,18 triliun. Sementara harganya tergantung kualitas barang tapi berada di kisaran USD1.500-2.000," katanya, Jum'at (2/3/2014).

Menurutnya, industri sarang burung berpotensi untuk terus tumbuh dan bisa berkontribusi terhadap pendapatan negara. Apalagi harga sarang burung dunia dijual cukup mahal yakni dikisaran USD1.500-2.000.

Sampai dengan tahun 2017, sarang walet Indonesia menguasai sekitar 70% pasar China bila dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand. Pada bulan Januari 2018, ada 7 perusahaan dari 8 perusahaan yang terdaftar melakukan ekspor sarang burung walet ke Tiongkok dengan volume mencapai 4 ton lebih.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor sarang walet
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top