Asosiasi Semen Indonesia: Konsumsi Semen Tumbuh Hingga 17% Januari 2018

Asosiasi Semen Indonesia menyatakan konsumsi semen domestik tumbuh merata pada awal 2018 dengan kisaran 12%-17%.
M. Nurhadi Pratomo | 15 Februari 2018 09:24 WIB
Pabrik semen - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Semen Indonesia menyatakan konsumsi semen domestik tumbuh merata pada awal 2018 dengan kisaran 12%-17%.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso menjelaskan bahwa pertumbuhan tertinggi konsumsi semen pada awal 2018 terjadi di Sumatra. Di wilayah tersebut, penurunan konsumsi secara year on year (yoy) hanya terjadi di Bengkulu.

Widodo mengatakan peningkatan konsumsi Sumatra disusul oleh wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Rerata persentase pertumbuhan konsumsi di tiap daerah pada Januari 2018 berkisar antara 12%-17%.

Secara rinci, konsumsi semen per daerah pada Januari 2018 yakni Sumatra 1,21 juta ton (+17,8%), Jawa 3,18 juta ton (+8,1%), Kalimantan 355.000 ton (+12,9%), Sulawesi 478.000 ton (+11,4%), Bali dan Nusa Tenggara 288.000 ton (-7,5%), serta Maluku dan Papua 167.000 ton (+17%). Dengan demikian, total konsumsi pada Januari 2018 mencapai 5,68 juta ton atau naik 9,9% secara yoy.

Akan tetapi, dia menyebut konsumsi semen domestik pada awal tahun ini menurun dibandingkan dengan Desember 2017. Tercatat, konsumsi tergerus 2% atau sekitar 110.000 ton.

“Kondisi ini membuat stok semen di pabrik mulai meningkat tajam dengan total stok semen dan klinker ada sekitar 2 juta ton pada awal Februari 2018,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (14/2).

Widodo berharap konsumsi semen domestik tetap tumbuh pada Februari 2018. Hal tersebut untuk menjaga utilisasi pabrik semen di dalam negeri.

Tag : semen
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top