Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelabuhan Priok Masuk Status War Risk. ALFI : Sarat Kepentingan Bisnis Asuransi Global

Asosiasi logistik dan forwarder Indonesia, ALFI, mensinyalir penilaian Joint War Commite yang memasukkan area perairan dan pelabuhan Tanjung Priok dalam zona rawan perang atau war risk, sarat dengan kepentingan bisnis asuransi marine/kapal global.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 07 Februari 2018  |  18:35 WIB
Pelabuhan Priok Masuk Status War Risk. ALFI : Sarat Kepentingan Bisnis Asuransi Global
Terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. - Reuters/Darren Whiteside
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi logistik dan forwarder Indonesia, ALFI, mensinyalir penilaian Joint War Commite yang memasukkan area perairan dan pelabuhan Tanjung Priok dalam zona rawan perang atau war risk, sarat dengan kepentingan bisnis asuransi marine/kapal global.

Atas pengkondisian melalui status JWC itu, pihak asuransi bisa mengenakan premi yang tidak sedikit lantaran pengangkutan kargo rute internasional dari dan ke Pelabuhan Priok dianggap dalam ancaman/bahaya perang maupun pembajakan.

"Kami melihat ini sangat kental dengan kepentingan pihak asuransi global yang meng-cover pengangkutan kargo internasional, meskipun fakta lapangan, layanan di perairan dan pelabuhan Priok selama ini tergolong aman," ujar Sekretaris Umum ALFI DKI Jakarta Adil Karim kepada Bisnis, Rabu (7/2/2018).

Dia mengungkapkan, pemerintah RI mesti menyikapi dengan bijaksana melalui upaya perbaikan terhadap penilaian JWC itu.

"Ya, mesti bijaklah menyikapinya.Sterilisasi kawasan perairan dan pelabuhan Priok yang sudah comply dengan ISPS code mesti ditingkatkan lagi. Tapi JWC juga harus bisa membuktikan dasarnya apa menilai pelabuhan Priok war risk," paparnya.

Depalindo: Tanjung Priok Aman, Penilain JWC Berlebihan

Dia juga mengatakan, ALFI DKI Jakarta mendukung sepenuhnya nota protes sebagai upaya yang akan dilakukan Kemenhub dan Kementerian Luar Negeri terhadap penilaian JWC yang memasukkan Priok ke dalam kategori war risk dan piracy itu.

ALFI juga mengharapkan, selain fokus pada aspek keselamatan pelayanan di perairan sejumlah pelabuhan termasuk di Tanjung Priok, hendaknya pemerintah komit pada upaya penurunan biaya logistik nasional yang selama ini masih membebani dunia usaha.

"Logikanya, dari sisi laut itu jika biaya asuransi kapal internasional yang melayani Priok bertambah besar, lalu dikoversikan dalam tarif pengapalan, efeknya juga memengaruhi biaya logistik di sisi daratnya," ujar Adil.

Tanjung Priok Dikategorikan Rawan Pembajakan, Indonesia Protes

Kementerian Perhubungan telah menyatakan akan menyurati Kementerian Luar Negeri agar mengajukan nota protes ke JWC terkait status Pelabuhan Tanjung Priok yang dinilai rawan.

Tanjung Priok Dinilai Rawan, Indonesia Siapkan Nota Protes ke JWC

JWC merupakan komite yang mewakili perusahaan asuransi yang berbasis di London. JWC menilai Tanjung Priok masih rawan karena banyak laporan tindak kejahatan di area pelabuhan maupun di atas kapal.

Wah! Tanjung Priok Masih Masuk Zona Rawan Perang. Ini Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan tanjung priok alfi
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top