Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polytama Propindo Genjot Kapasitas Produksi Polypropylene Jadi 300.000 Ton

PT Polytama Propindo menargetkan dapat meningkatkan kapasitas produksi polypropylene menjadi 300.000 ton per tahun pada 2019.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 19 Desember 2017  |  12:55 WIB
Fasilitas produksi Polytama Propindo. - JIBI
Fasilitas produksi Polytama Propindo. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—PT Polytama Propindo menargetkan dapat meningkatkan kapasitas produksi polypropylene menjadi 300.000 ton per tahun pada 2019. 

Fajar Budiyono, Manager Commercial Polytama, mengatakan peningkatan kapasitas tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini, produksi polypropylene perseroan mencapai 180.000 ton per tahun.

"Tahun depan naik jadi 240.000 ton dan 2019 menjadi 300.000 ton," katanya di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Untuk meningkatkan kapasitas produksi tersebut, perseroan menghabiskan dana senilai US$10 juta. Selain melakukan perluasan pabrik, Polytama juga tengah menggodok rencana pendirian pabrik baru, yaitu Polytama II, yang direncanakan rampung pada 2020 atau 2022.


Study kelayakan pembangunan pabrik tersebut telah selesai dilaksanakan, tetapi perseroan masih membahas terkait bahan baku yang akan digunakan, termasuk prophane, naptha, atau methane. Selain itu, lokasi pabrik hingga saat ini juga belum menemui titik temu.

Polytama mengandalkan bahan baku dari Pertamina dan sebagian kecil berasal dari impor. Keran impor akan dibuka sewaktu-waktu apabila pasokan dari Pertamina mengalami masalah.

"Kapasitas impor kami 1.000 ton per hari, kami impor dari negara Asean," katanya.

Fajar menuturkan untuk investasi hulu petrokimia, investor memerlukan jaminan pasokan bahan baku dan kejelasan implementasi insentif, seperti tax holiday dan tax allowance

"Perlindungan industri dalam negeri, non-tariff barriers juga harus dipakai, seperti dengan India, produk mereka bebas masuk ke sini, sedangkan produk Indonesia di sana kena safeguard," jelas Fajar.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polytama
Editor : Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top