Kementerian ESDM dan GIZ Luncurkan Buku Panduan Pembiayaan Bioenergi

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ENergi dan Sumber Daya Mineral bersama The Deutsche Gesellschaft fr Internationale Zusammenarbeit (GIZ) meluncuurkan buku panduan pembiayaan projek bioenergi atau "Bioenergy Finance Guidelines for Project Developers".
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 13 Desember 2017  |  19:45 WIB
Kementerian ESDM dan GIZ Luncurkan Buku Panduan Pembiayaan Bioenergi
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com,JAKARTA -- Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ENergi dan Sumber Daya Mineral bersama The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) meluncuurkan buku panduan pembiayaan projek bioenergi atau "Bioenergy Finance Guidelines for Project Developers".

Dalam buku itu dicantumkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan di antaranya dengan menciptakan pasar, menetapkan harga jual listrik untuk Pembangkit berbasis energi baru, penetapan standar nasional, pemberian insentif dan penyederhanaan prosedur.

Untuk mencapai target tersebut diperlukan kerjasama dan sinergi semua pihak terkait, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, akademisi, Perbankan, institusi keuangan, asosiasi maupun para pengembang.

"Kami berharap buku panduan ini dapat digunakan sebagai sarana bagi pengembang dalam mempertimbangkan berbagai opsi pembiayaan untuk proyek bioenergi serta memberikan gambaran yang jelas tentang kriteria seleksi dan karakteristik proyek yang harus dipenuhi untuk dapat menerima pembiayaan," ungkap Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana, Rabu (13/12/2017).

Kementerian ESDM bekerja sama dengan GIZ LCORE-INDO telah melaksanakan berbagai program untuk mendorong peranan institusi keuangan dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan. Salah satunya adalah penyusunan panduan terkait pembiayaan proyek-proyek Bioenergi di Indonesia yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh pihak Perbankan, institusi keuangan dan para calon investor.

Hingga saat ini, pengembangan proyek-proyek energi terbarukan masih menggunakan skema Business as Usual sehingga dibutuhkan skema pendanaan baru yang dapat mendorong percepatan energi terbarukan secara signifikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi baru terbarukan

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top