China Akan Bangun Pembangkit Efisien & Rendah Emisi di Indonesia

Direksi PT PLN (Persero) mengunjungi pembangkit listrik Guohua Ninghai Power Plant kapasitas 4x600MW dan 2x1000 MW yang berada di kota Ningbo, Tiongkok. Pembangkit listrik yang menggunakan teknologi ultra super critical ini disebut sebagai salah satu pembangkit listrik paling efisien di dunia.
Gemal AN Panggabean | 07 Desember 2017 20:53 WIB
PLTU Labuhan Angin -

Bisnis.com, JAKARTA - Direksi PT PLN (Persero) mengunjungi pembangkit listrik Guohua Ninghai Power Plant kapasitas 4x600MW dan 2x1000 MW yang berada di Kota Ningbo, Tiongkok. Pembangkit listrik yang menggunakan teknologi ultra super critical ini disebut sebagai salah satu pembangkit listrik paling efisien di dunia.

Kunjungan ini sekaligus untuk mengetahui cara pengoperasian pembangkit secara optimal hingga 95% output listrik.

Selain itu, kunjungan ini sekaligus untuk memastikan investor asal Negeri Panda itu dapat membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 dengan kualitas yang sama, yakni high performance dengan rendah emisi.

Seperti diketahui, PLTU IPP Jawa 7 dikembangkan oleh konsorsium Shenhua Guohua dan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi dengan komposisi saham 70:30. Pembangkit berkapasitas 2x1.000 MW yang sudah memulai konstruksi pada September 2017 itu ditargetkan rampung pada April 2020. Melalui skema power purchasing agreement, PLN membeli listrik dengan harga US$4,2 sen per kwh.

"Kita harus akui pada masa lalu kontraktor pembangunan pembangkit yang digarap investor Tiongkok kualitasnya di bawah. Ini membuat kualitas pembangkitnya juga jauh dari harapan. Pada akhirnya itu membebani PLN dan berpengaruh pada ketersediaan daya listrik nasional," papar Direktur Utama PLN Sofyan Basir melalui siaran pers, Kamis (7/12).

Sofyan menambahkan saat ini PLN lebih berhati-hati dalam pemilihan investor dari China, salah satunya hanya bekerja sama dengan pengalaman perusahaan milik pemerintah seperti Shenhua Guohua.

Shenhua sebelumnya juga sudah menanamkan investasinya di PLTU Sumsel-1 di Muara Enim, Sumatra Selatan yang berkapasitas 2x350 MW. Pada pembangkit ini, PT Shenhua Guohua Lion Power Indonesia bergabung dengan Indonesia LPE dengan pembagian saham 75:25.

Setidaknya ada empat hal yang bisa dipelajari PLN dari kunjungan tersebut, yakni performa yang bagus. Pabrik listrik yang batu baranya mencapai 35 persen diambil dari Indonesia ini pemanfaatannya sangat, efisien yakni 280 gram/kWh.

Kedua, tingkat keandalan atau availability. Dalam setahun, rata-rata beroperasi hingga 95 persen bila sedang tidak dilakukan perawatan dan mencapai 80 persen bila sedang ada perawatan. Ketiga, memenuhi standar emisi pemerintah China yang sangat ketat dalam hal lingkungan. Dan keempat, kebersihan pembangkit yang terjaga baik.

Tag : pltu
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top