Distribusi BBM dan LPG di Bali Tak Terganggu

Distribusi bahan bakar minyak dan liquefied petroleum gas (LPG) di Bali tak terganggu kendati aktivitas di Gunung Agung naik menjadi Awas sejak Senin (27/11) pukul 06.00 WITA.
Duwi Setiya Ariyanti | 29 November 2017 15:14 WIB
Asap dan abu vulkanik menyembur dari kawah Gunung Agung terlihat dari kawasan Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). Gunung Agung terus mengeluarkan asap dan abu vulkanik berintensitas sedang hingga tinggi dengan ketinggian sekitar 3.000 meter. ANTARA FOTO - Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA -- Distribusi bahan bakar minyak dan liquefied petroleum gas (LPG) di Bali tak terganggu kendati aktivitas di Gunung Agung naik menjadi Awas sejak Senin (27/11) pukul 06.00 WITA.

Dalam keterangan resminya, Rabu (29/11/2017), kebutuhan BBM Bali dijamin dari terminal bahan bakar minyak (TBBM) Manggis dan Sanggaran. Sementara itu, untuk pemasok LPG, berasal dari Depot LPG Manggis.

Sebagai gambaran, dari data PT Pertamina (Persero), kebutuhan rata-rata harian premium di Bali sebesar 579 kilo liter (kl). Selain itu, pertalite sebesar 1.163 kl, pertamax 846 kl, solar 516 kl dan dex 51 kl.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saat ini, stok BBM di TBBM Sangaran 3.749 kl premium atau yakni bisa bertahan selama 9,3 hari, solar 3.323 kl atau bertahan 8,1 hari dan pertamax sebesar 4.236 kl yang bisa memenuhi kebutuhan selama 6,9 hari. Sisanya, 468 kl yang bisa bertahan selama 3,1 hari dan dex sebesar 562 kl dengan ketahanan 30,4 hari.

Kemudian, untuk TBBM Manggis, stok premium 29.288 kl yang bisa memenuhi kebutuhan selama 35,1 hari, solar 29.169 kl dengan ketahanan 51,1 hari dan pertamax sebanyak 12.966 kl dengan ketahanan 16,8 hari. Terakhir, pertalite dengan volume 2.787 kl yang bisa menjamin kebutuhan warga selama 2,9 hari.

Sementara itu, konsumsi LPG Bali untuk ukuran 3 kil gram (kl) sebanyak 620.000 kg per hari setara dengan 206.685 tabung per hari. Untuk LPG nonsubsidi, konsumsinya 80.000 kg per hari. Di sisi lain, stok avtur di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai sebanyak 8.586 kl yang bisa menjamin kebutuhan selama 3,3 hari.

Antisipasi yang telah disiapkan untuk keadaan darurat yakni dengan pengalihan titik pasok dari Tanjung Wangi langsung ke konsumen atau lembaga penyalur dengan menggunakan mobil tangki. Untuk penyaluran LPG, Pertamina telah menyiapkan empat alternatif pengambilan isi bulk dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) ke Depot LPG Manggis.

Pertama, dari Depot Manggis ke Kintamani kemudian Singaraja. Kedua, dari Depot Manggis ke Bedugul kemudian Singaraja. Ketiga, dari Manggis ke Pupuan lalu ke Singaraja. Terakhir, dari Manggis ke Negara atau Gilimanuk baru kemudian ke SIngaraja.

Untuk pengambilan isi bulk LPG, khusus wilayah Kabupaten Jembarana, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Tabanan, dialihkan ke terminal LPG Banyuwangi melalui jalur darat menuju Pelabuhan Gilimanuk yang diangkut dengan kapal melalui Pelabuhan Ketapang.

Selain itu, khusus wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Klungkungpengambilan bulk LPG dilakukan melalui jalur darat menuju Pelabuhan Benoa dan diangkut melalui kapal ke Pelabuhan Ketapang.

Tag : gunung agung
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top