Organisasi Maritim BIMCO Beri Diskon untuk Anggota INSA

Baltic and International Maritime Council (BIMCO) bakal memberikan potongan harga bagi perusahaan pelayaran nasional yang berminat menjadi anggota.
Rivki Maulana | 17 November 2017 16:37 WIB
Para pengurus BIMCO melakukan pertemuan di Kopenhagen, Denmark, pada Rabu (15/11/2017) untuk menetapkan tujuan organisasi tahun depan. - Twitter Bimco

Bisnis.com, JAKARTA - Baltic and International Maritime Council (BIMCO) bakal memberikan potongan harga bagi perusahaan pelayaran nasional yang berminat menjadi anggota.

BIMCO juga berharap bisa menjalin kerja sama lebih luas dengan Indonesian National Shipowners’ Association (INSA).

Regional Manager BIMCO Asia, Wei Zhuang, mengatakan pihaknya mengapresiasi kerja sama yang sudah terjalin dengan INSA.

Zhuang menyebutkan INSA antara lain telah membantu BIMCO dalam kegiatan workshop yang digelar pada 16 November 2017 lalu. INSA juga melakukan sosialisasi keanggotaan BIMCO kepada para anggotanya.

Dia menambahkan untuk menjadi anggota BIMCO, perusahaan pelayaran nasional dapat langsung mendaftarkan diri menjadi member ke BIMCO ataupun melalui  INSA.

Sekretaris Umum DPP INSA Budhi Halim mengatakan beberapa keuntungan didapatkan perusahaan pelayaran dengan menjadi anggota BIMCO antara lain anggota akan mendapatkan informasi terkini  terkait industri pelayaran dunia setiap bulannya, mendapatkan bantuan konsultasi dari BIMCO jika mengalami kesalahpahaman kontrak dengan pihak ketiga.

“BIMCO bisa membantu jika terjadi dispute terkait dengan tagihan-tagihan yang tidak dibayarkan ataupun terjadi perbedaan perhitungan dengan pihak ketiga. Tentunya, konsultasi dari BIMCO disesuaikan dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya pada Jumat (17/11/2017).

Untuk diketahui, BIMCO adalah organisasi pelayaran terbesar di dunia dengan 2.100 anggota dari 120 negara. Anggota BIMCO mencakup pemilik kapal, operator kapal, manager, pialang, dan agensi.

Menuru Budhi, BIMCO mempunyai standar kesepakatan bisnis yang bisa dipakai perusahaan pelayaran dalam melakukan kerja sama, seperti time charter party dan bareboat contract.

Ada juga agreement lainnya yang menyangkut industri maritim, seperti bunker supply, floating acomodaiton barge, Ballast Water Management dan Greenhouse Gas (GHG).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
insa

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top