KJA Offshore: Norwegia Siap Transfer Teknologi

Norwegia siap membantu Indonesia mengembangkan keramba jaring apung lepas pantai dengan mentransfer teknologi marikultur yang dikuasai negeri itu.
Sri Mas Sari | 16 November 2017 17:07 WIB
Foto aerial keramba jaring apung, di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (16/4). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Norwegia siap membantu Indonesia mengembangkan keramba jaring apung lepas pantai dengan mentransfer teknologi marikultur yang dikuasai negeri itu.

Kesediaan itu diungkapkan oleh Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Vegard Kaale dalam seminar 'Sustainable Aquaculture Development', Kamis (16/11/2017). Dia menilai Indonesia berpeluang menjadi negara maju dengan memanfaatkan sumber daya akuakultur yang dimiliki.

Norwegia akan memusatkan perhatian besar pada pengembangan sektor itu di Indonesia, seperti yang dilakukan dalam proyek KJA offshore di Sabang, Pangandaran, dan Karimunjawa.

"Indonesia punya potensi, sedangkan kami punya teknologi dan pengalaman dalam mengelola industri akuakultur sehingga kerja sama ini akan sangat strategis ke depan," tutur Kaale.

Menurut dia, Norwegia dan Indonesia memiliki komitmen sama. Kedua negara berperan penting memanfaatkan sumber daya perikanan secara berkelanjutan untuk menyuplai kebutuhan pangan global.

Dari Norwegia, Indonesia mengadopsi teknologi pembuatan KJA offshore dan pembesaran benih di tengah laut, termasuk sistem pemantauan dan pemberian pakan.

Seperti diketahui, Norwegia selama ini maju karena mengandalkan perikanan budidaya, khususnya budidaya ikan salmon, sebagai penggerak utama ekonomi. Sekitar 80% produk domestik bruto negara di Semenanjung Skandinavia itu disumbang oleh industri akuakultur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
marikultur

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top