Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebutuhan Batu Bara PLTU Diproyeksi Bakal Naik

PT PLN (Persero) memperkirakan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik di Indonesia pada tahun depan mencapai 90 juta ton.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 13 November 2017  |  22:25 WIB
Kebutuhan Batu Bara PLTU Diproyeksi Bakal Naik
Tambang batu bara. - Bloomberg/Luke Sharrett
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) memperkirakan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik di Indonesia pada tahun depan mencapai 90 juta ton.

Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tahun ini mencapai 76 juta ton. Jumlah tersebut lebih tinggi 8,57% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebanyak 70 juta ton.

Dia pun mengungkapkan pertumbuhan penjualan listrik PLN saat ini telah mencapai kisaran 3,5%. Angka tersebut masih bisa meningkat hingga akhir tahun.

Untuk tahun depan, peningkatan kebutuhan batu bara yang cukup signifikan akan kembali sejalan dengan peningkatan konsumsi listrik. Pertumbuhannya diharapkan lebih besar dari tahun ini.

"Tahun depan kebutuhannya kira-kira 90 juta ton. Harapan kita demand listrik sesuai asumsi di atas 5%," ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Senin (13/11/2017).

Iwan menjelaskan peningkatan kebutuhan batu bara untuk tahun depan bukan berasal dari pembangkit baru. Namun, dari peningkatan capacity factor pembangkit-pembangkit yang belum optimal.

"Misalnya di Sumatera yang capacity factor-nya masih rendah akan naik karena konsumsi listrik naik juga. Untuk pembangkit baru di Jawa-Bali tahun depan gak ada. Sumatera juga belum masuk tahun depan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top