Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korsel Diminta Dorong Investasi di Indonesia

Menteri Perindustrian menilai kerja sama Indonesia dan Korea Selatan harus terus ditingkatkan terutama di sektor seperti otomotif, petrokimia, dan baja.
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 27 Oktober 2017  |  00:26 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. - JIBI
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perindustrian menilai kerja sama Indonesia dan Korea Selatan harus terus ditingkatkan terutama di sektor seperti otomotif, petrokimia, dan baja.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan investasi Korea Selatan di sektor manufaktur otomotif Indonesia masih minim. Padahal pabrik kendaraan asal China  berani berinvestasi besar di Tanah Air.

Menurutnya, pabrikan mobil asal Korea Selatan seperti Hyundai Motor Corporation (HMC/Hyundai) baru memiliki satu pabrik perakitan untuk memproduksi satu jenis kendaraan. “Hyundai ingin kembali berinvestasi di Indonesia,” kata Airlangga kepada Bisnis di sela-sela kunjungan Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kamis (26/10/2017).

Dia menambahkan jumlah investasi Hyundai di Indonesia pada beberapa waktu lalu dinilai belum signifikan, padahal potensi pasar untuk pabrik kendaraan di Tanah Air terbilang tinggi.

Penjualan kendaraan pada semester pertama tahun ini mencapai 533.537 unit. Adapun target pada 2017 mencapai 1,1 juta unit. Ekspor mobil pada tahun ini ditargetkan mencapai 200.000 unit. Hingga semester I/2017, ekspor kendaraan telah mencapai 113.269 unit.

Pangsa pasar otomotif di Indonesia merupakan yang terbesar di ASEAN dengan kontribusi sepertiga dari total permintaan pasar Asean atau senilai US$1 triliun dari total USD$2,3 triliun.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi korsel
Editor : Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top