Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Usul Harga Listrik dari PLTS Terapung US$7 Sen per kWh

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengusulkan agar harga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dijual sekitar US$6 sen hingga US$7 sen per kilo watt hour (kWh).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 12 Oktober 2017  |  17:58 WIB
PLTS Morotai di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara berkapasitas 600 kiloWattpeak (kWp), merupakan PLTS terbesar di Indonesia saat ini. Dibangun di atas lahan seluas 3 hektar, pembangkit listrik tenaga surya tersebut telah resmi beroperasi sejak 13 Mei 2012 dan masih berfungsi dengan baik hingga hari ini.  - Bisnis.com
PLTS Morotai di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara berkapasitas 600 kiloWattpeak (kWp), merupakan PLTS terbesar di Indonesia saat ini. Dibangun di atas lahan seluas 3 hektar, pembangkit listrik tenaga surya tersebut telah resmi beroperasi sejak 13 Mei 2012 dan masih berfungsi dengan baik hingga hari ini. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengusulkan agar harga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dijual sekitar US$6 sen hingga US$7 sen per kilo watt hour (kWh).

Direktur Pengadaan Strategis I PLN Nicke Widyawati mengatakan tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS) telah selesai. Menurutnya, saat ini tengah berproses menuju penandatangan kontrak jual beli listrik (power purchase agreement/PPA).

Dia pun berharap harga listrik dari PLTS terapung ini di kisaran US$6 sen hingga US$7 sen per kWh. Pasalnya, proses pembangunannya tidak membutuhkan waktu panjang untuk membebaskan lahan. Terlebih, Bendungan Cirata pengelolaannya berada di bawah PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), anak usaha PLN.

"Karena enggak perlu lahan. Iya kan? Itu kan punya PJB, itunya (bendungannya). Kita sih maunya antara US$6 sampai US$7 sen," ujarnya usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI di Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (11/10/2017).

Adapun, Masdar, perusahaan asal Uni Emirat Arab akan bekerja sama dengan PJB. Di negara asalnya, Masdar bisa membuat PLTS yang menghasilkan listrik dengan harga jual hanya US$ 2,99 sen/kWh alias cuma Rp 390/kWh. Jauh lebih murah dibanding PLTS di Indonesia yang harga jual listriknya bisa mencapai US$ 15 sen/kWh atau Rp 2.000/kWh.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan dalam kunjungannya ke Eropa, Akuo Energy, perusahaan asal Prancis. Dia menyebut dalam pertemuan, Akuo menyatakan minat untuk terlibat dalam proyek itu.

"Akuo berminat mengembangkan floating power plant yang di Cirata. Mereka kemungkinan besar akan joint dengan Masdar," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plts
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top