Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangkit Ini Pakai Teknologi Unik

Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati B di Jepara, Jawa Tengah memiliki keunikan dalam proses flue gas desulfurization (FGD) dengan memanfaatkan teknologi batu kapur.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Agustus 2017  |  13:25 WIB
Pembangkit Ini Pakai Teknologi Unik
PLTU Tanjung Jati B - pln.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA —Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati B di Jepara, Jawa Tengah memiliki keunikan dalam proses flue gas desulfurization (FGD) dengan memanfaatkan teknologi batu kapur.

FGD merupakan proses pencampuran emisi gas hasil pembakaran batu dengan zat pengikat agar kandungan sulfur yang dilepaskan ke atmosfer rendah. Pada umumnya, zat pengikat yang digunakan PLTU adalah air laut.

"Hingga hari ini PLTU Tanjung Jati B adalah satu-satunya PLTU di Indonesia yang menggunakan teknologi batu kapur," kata General Manajer PLN PLTU Tanjung Jati B Ari Basuki di Jepara, Selasa (22/8).

Ari menyatakan bahwa PLN sebagai penanggung jawab PLTU Tanjung Jati B berkomitmen untuk mengoperasikan pembangkit secara baik, aman, dan ramah lingkungan.

PLTU Tanjung Jati B, menurut Ari, tidak hanya memenuhi regulasi pemerintah, tetapi berusaha melampaui standar global untuk menjadi perusahaan kelas dunia.

Ari menjelaskan, perjalanan PLTU Tanjung Jati B menjadi perusahaan bertaraf internasional tidak mudah salah satunya menghilangkan paradigma pembangkit yang menggunakan batu bara menghasilkan asap udara kotor, hitam, dan tidak ramah lingkungan.

Ari mengungkapkan bahwa penggunaan air laut untuk proses FGD cukup menurunkan konsentrasi emisi sulfur batu bara hingga mencapai 90%, tetapi PLN berkomitmen menjaga kualitas udara bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

"Batu kapur tetap menjadi pilihan karena bisa menurunkan [emisi sulfur] hingga 98%," ungkap Ari.

Ari menuturkan penggunaan batu kapur dalam FGD membutuhkan investasi besar antara 11—14% total biaya investasi dibandingkan dengan air laut yang mencapai 7%—10%.

Investasi peralatan FGD PLTU Tanjung Jati B mencapai Rp1,5 triliun untuk kapasitas 5 x 710 megawatt.

Selama beroperasi 10 tahun menghasilkan sulfur yang terkandung dalam emisi gas PLTU Tanjung Jati B berkisaran 100 mg per meter kubik (mg/m3) dari baku mutu yang ditetapkan pemerintag saat ini mencapai 750 mg/m3.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu

Sumber : Antara

Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top