Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kadin Temukan UMKM RI dan Jepang

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roslani mengatakan lewat kemitraan dengan Japan External Trade Organization (JETRO), pihaknya sudah memiliki data 2.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia yang berpotensi untuk bekerja sama dengan UMKM di Negeri Sakura
./.Antara
./.Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roslani mengatakan lewat kemitraan dengan Japan External Trade Organization (JETRO), pihaknya sudah memiliki data 2.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia yang berpotensi untuk bekerja sama dengan UMKM di Negeri Sakura. Program bertajuk Indonesia-Japan Business Matching Support Desk (IJ-BMSD) itu sudah berjalan per 1 November 2016.

Menurut dia, sebanyak 2.000 UMKM itu diseleksi kembali untuk dipasangkan dengan UMKM di Jepang. Nantinya, produk yang dibuat oleh UMKM Indonesia diekspor ke Jepang untuk kemudian digunakan atau dipasarkan kembali oleh para pelaku usaha mitra di Jepang.

“Sudah ada beberapa perusahaan juga yang mulai mendapatkan pendanaan karena dicocokkan, untuk meningkatkan kapasitasnya mereka dapat pendanaan,” tutur Rosan, usai penandatanganan nota kesepahaman antara Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Kadin, dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) mengenai pengembangan pembiayaan UMKM, Senin (14/8).

Sebagian besar UMKM Tanah Air yang tercatat dalam basis data itu bergerak di sektor otomotif.

Adapun pendanaan untuk peningkatan kapasitas diberikan oleh Organization for Small & Medium Entreprises and Regional Innovation Japan (Smrj). Saat ini, baru ada 12 pelaku UMKM yang sudah mendapatkan pendanaan tersebut. Sayangnya, Rosan mengatakan tidak ingat nilai pendanaan yang diberikan.

Kadin menargetkan jumlah UMKM yang tercatat dalam basis data tersebut dapat bertumbuh menjadi 2.600 unit hingga akhir tahun ini. Pelaku usaha yang memperoleh pendanaan pun diharapkan dapat mencapai angka ratusan.

Beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi oleh UMKM yang ingin mendapatkan pembiayaan dari Smrj adalah prospek usaha terkait dan jumlah tenaga kerja yang telah diserap.

“Salah satu yang menarik adalah mereka lebih tertarik ke penyerapan tenaga kerjanya lebih tinggi. Itu salah satunya dalam persyaratan mereka. Jadi, kalau penyerapan tenaga kerja banyak, itu lebih cepat,” papar dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper