Aplikasi Jalan Kita Diunduh 500 Kali

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut sebanyak 500 kali pengunduh aplikasi Jalan Kita
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017 | 28 Juni 2017 16:43 WIB
Aplikasi Jalan Kita - Istimewa

Bisnis.com, PACITAN -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebut sebanyak 500 kali pengunduh aplikasi Jalan Kita

Direktur Pengembangan Jaringan Jalan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Rachman Arief Dienaputra mengatakan aplikasi Jalan Kita merupakan aplikasi yang dapat menerima laporan masyarakat secara real time mengenai kondisi jalan bila terjadi kerusakan.

"Saat ini sudah sekitar 500 kali aplikasi tersebut diunduh oleh pengguna dan sudah terdapat laporan sebanyak 1.998 buah dari hasil pantauan terakhir," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (28/6/2017).

Kementerian PUPR telah mengajak 17 politeknik di seluruh Indonesia untuk membantu memantau melalui aplikasi Jalan Kita.

Apabila pengguna jalan menemukan kondisi jalan dan jembatan yang rusak dapat melaporkan melalui aplikasi *Jalan Kita* yang bisa diunduh di Appstore dan Playstore atau melaporkan ke Call Center Bina Marga 081283835757.

“Paling lambat tiga (3) hari dari sejak laporan diterima, maka sudah harus ada penanganan perbaikan jalan yang rusak tersebut. Lebih dari 3 hari, Balai atau Satuan Kerja (Satker) yang bersangkutan akan ditegur oleh pimpinan," katanya.

Kementerian PUPR juga terus mengembangkan penggunaan aplikasi SINDILA yang terdiri dari sensor alat penghitung volume lalu lintas, software penganalisa kinerja lalu lintas dan Variable Message Sign (VMS).

Sensor pada Sistem Informasi Dini Lalu Lintas (SINDILA) tersebut berfungsi menghitung volume lalu lintas melalui kamera, lalu data dari sensor tersebut dihitung melalui software, sehingga didapat kinerja lalu lintas.

Selanjutnya, informasi kinerja lalu lintas tersebut disampaikan melalui VMS, sehingga pengguna jalan dapat memutuskan apakah akan tetap melalui jalan yang semula atau mencari jalan alternatif.

"Sampai saat ini, SINDILA sudah diaplikasikan di Jembatan Sedayu Lawas (Lamongan), Jembatan Comal A dan B (Pemalang), Jembatan Cindaga (Banyumas), Jembatan Tanggulangin (Kudus), Flyover Pasupati (Bandung) dan Jembatan Air Tebih Suluh (Palembang) untuk mendeteksi volume kendaraan yang melintasi jembatan, sekaligus menjadi backup dari sensor Simbagas (detektor keamanan jembatan)," tutur Arief.

Tim peliput: Agne Yasa, David Eka Issetiabudi, Feri Kristianto, Yanita Petriella

Sumber : Tim Jelajah

Tag : mudik lebaran
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top