Industri Kertas Asal Riau Kebanggan Nasional

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memastikan bahwa industri kertas asal Riau merupakan kebanggaan nasional yang mampu menembus pasar global sehingga akan tetap dijaga dan dijamin kelangsungan usahanya.
Arif Gunawan | 20 Juni 2017 13:04 WIB
Perusahaan pulp - Istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU—Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memastikan bahwa industri kertas asal Riau merupakan kebanggaan nasional yang mampu menembus pasar global sehingga akan tetap dijaga dan dijamin kelangsungan usahanya.

Gubernur Riau menyatakan bahwa polemik mengenai PP gambut seharusnya tidak mempengaruhi industri kertas, pulp dan hutan tanaman industri di Riau yang merupakan industri andalan di provinsi ini. Menurutnya, pemerintah melalui lintas kementerian sudah memikirkan semua hal tersebut ditingkat Kemenko Perekonomian.

“Tidak ada masalah, kementerian terkait sudah memikirkan hal itu. Kami tunggu saja kepastian dari pemerinah pusat. Yang jelas industri kertas Riau ini kebanggaan daerah dan nasional,” ujarnya disela-sela pelaksanaan pasar murah di Halaman Kantor Gubernur, Selasa (20/6).

Gubernur juga mengatakan industri pulp dan kertas Riau tentunya akan mendapatkan perhatian pemerintah pusat, apalagi sektor ini menyumbang devisa melalui ekspor ke berbagai negara.

“Arab Saudi juga bangga bahwa kebutuhan umat Islam didunia yaitu kertas Alquran menggunakan bahan baku dari Riau,” ujarnya.

Sebelumnya, saat kunjungan ke Pelalawan Minggu (18/6), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan pasokan bahan baku bagi industri kertas di Riau harus dijamin pasokannya untuk memberikan kepastian usaha. Mendag mengomentai mengenai kehadiran PP No 57/2016 tentang Perlindungan Gambut yang dikhawatirkan akan berdampak pada sektor hutan tanaman industri (HTI) di Riau serta industri pulp dan paper.

"Semua komoditi yang diproduksi di sini, pasti diproduksi. Dan kami akan jaga ketersediaan bahan baku itu, pemerintah pasti akan jaga ketersediaan bahan baku," tegasnya. 

Mendag mengatakan kebijakan perlindungan gambut diharapkan tidak mengganggu bisnis yang sudah ada, karena dikhawatirkan juga akan berdampak pada neraca perdagangan dan menganggu kinerja ekspor industri di tanah air.

"Kalau sampai perusahaan besar seperti ini kesulitan bahan baku, saya juga yang pusing karena ekspor kita terganggu," kata Mendag.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau ekspor kayu dan bubur kayu dari Riau sepanjang Januari-April 2017 mencapai US$385,92 juta. Kontribusi ekspor kayu dan bubur kayu cukup signifikan terhadap total ekspor nonmigas di Riau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kertas

Editor : Asep Dadan Muhanda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top