Kosmetik Asing Menjamur di Pasar

Sektor kosmetik diyakini dapat tumbuh lebih baik jika pemerintah lebih merapikan tata niaga. Di pusat-pusat perbelanjaan dan ritel, kosmetik asing lebih mendominasi.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 28 Mei 2017  |  14:21 WIB
Kosmetik Asing Menjamur di Pasar
Kosmetik Jepang - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Sektor kosmetik diyakini dapat tumbuh lebih baik jika pemerintah lebih merapikan tata niaga. Di pusat-pusat perbelanjaan dan ritel, kosmetik asing lebih mendominasi.

Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPA Kosmetika) Putri K. Wardani mengatakan pasar kosmetik herbal Tanah Air memang sangat menggiurkan, tetapi pelaku industri dalam negeri tidak leluasa dalam berinvestasi karena maraknya produk kosmetik impor, termausk kosmetik herbal asal negara tetangga.

“Potensinya memang besar tetapi dengan maraknya kosmetik impor yang masuk dengan bebas dan tanpa verifiasi, maka daya saing produsen lokal akan tertekan,” ungkap CEO Mustika Ratu tersebut.

PPA Kosmetik mencatat industri kosmetik nasional kian tersudut oleh banjirnya produk-produk ilegal di pasar lokal. Hal tersebut kian memperparah kinerja industri yang sejak 2015 lalu terpukul oleh kebijakan pemerintah untuk membebaskan verifikasi produk kosmetik impor.

Pasar kosmetik Indonesia sangat besar sehingga pemain global beramai-ramai ingin mencicipi potensi lokal. Kendati demikian, pertumbuhan industri kosmetik cenderung stagnan.

Sementara itu, Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan tata niaga kosmetik dari hulu hingga hilir masih membutuhkan perbaikan.

“Kalau di hulunya, 90% bahan baku masih berasal dari impor dan kita masih harus mengendalikan ekspor bahan baku yang tersedia di dalam negeri,” ujar Sigit.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan saat ini ada sekitar 760 produsen kosmetik lokal, dengan komposisi 250 juta penduduk. Angka tersebut terbilang kecil jika dibandingkan dengan Thailand yang memiliki 68 juta penduduk dengan lebih dari 5.000 produsen kosmetik. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kosmetik

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top