Nelayan Siap Tinggalkan Cantrang

Nelayan cantrang di beberapa daerah bersedia mengganti alat tangkap dan bermitra dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo).
Sri Mas Sari | 25 Mei 2017 19:14 WIB
Ilustrasi-Nelayan beraktivitas - Antara/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA -- Nelayan cantrang di beberapa daerah bersedia mengganti alat tangkap dan bermitra dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo).

Siaran pers Perum Perindo, Rabu (24/5/2017), menyebutkan nelayan cantrang di Indramayu, Jawa Barat, bersedia beralih menggunakan jaring insang (gill net). Para nelayan menghubungi Perum Perindo Cabang Pekalongan dan menyatakan siap menangkap ikan hingga Laut Arafura menggunakan alat tangkap baru. Namun, mereka meminta perusahaan bersedia membeli hasil tangkapan.

"Kami menjamin akan membeli ikan hasil tangkapan para nelayan eks cantrang asal Indramayu tersebut," kata General Manager Perum Perindo Cabang Pekalongan Abdul Ngasis dalam siaran pers itu.

Kapal nelayan yang berangkat ke Laut Arafura awal Mei, a.l.  KM A. Nur Hidayah berukuran 54 gros ton, KM Senar Jaya 2 berukuran 74 GT, dan KM Setia Kawan. Selanjutnya pada pertengahan Mei, Perindo membeli hasil tangkapan para nelayan eks cantrang itu yang dibongkar di Pelabuhan Paomako, Timika, Papua.

"Kami siap bekerja sama lebih banyak lagi dengan nelayan eks cantrang Pantura yang mau mengganti alat tangkapnya," kata Ngasis.

Menyusul nelayan Indramayu, Perindo segera memfasilitasi penggantian alat tangkap untuk nelayan cantrang di Rembang dan Pati, Jawa Tengah.

Menurut Ngasis, sudah ada komitmen dengan bank BUMN untuk membiayai penggantian cantrang.

Perindo ditugaskan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk berpartner dengan nelayan eks cantrang dalam kerja sama operasi (KSO). Perindo akan membiayai penggantian alat tangkap baru, sedangkan Perindo akan membeli hasil tangkapan nelayan dan menerapkan sistem bagi hasil.

Data Ditjen Perikanan Tangkap KKP menyebutkan terdapat dua prioritas kapal eks cantrang yang akan dilibatkan dalam pola kerja sama itu.

Pertama, tujuh kapal berukuran lebih dari 30 GT di Juana dan Rembang, Jawa Tengah, dengan rencana total pembiayaan Rp18,6 miliar untuk mengganti cantrang dengan gillnet, penambahan ruang pendingin, penambahan atau penggantian generator, docking, net hauler dan kelengkapan, perizinan, dan mobilisasi ke wilayah penangkapan baru.

Kedua, empat kapal ukuran hingga 30 GT di Juana dan Rembang dengan rencana total pembiayaan Rp8,6 miliar untuk mengganti cantrang dengan gillnet, penambahan ruang pendingin, penambahan atau penggantian generator, docking, net hauler dan kelengkapan, perizinan, dan mobilisasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nelayan

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top