Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

VIVA Perpanjang Tenor Utang

Grup Bakrie, PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) berencana memperpanjang tenor utang hingga 4 tahun-5 tahun kepada Credit Suisse.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 25 Mei 2017  |  18:51 WIB
Anindya Bakrie - Bisnis.com
Anindya Bakrie - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Grup Bakrie, PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) berencana memperpanjang tenor utang hingga 4 tahun-5 tahun kepada Credit Suisse.

Presiden Direktur Visi Media Asia Anindya N. Bakrie mengungkapkan dengan perpanjangan tenor utang, maka bunga pinjaman diperoleh semakin menurun. Dia mengungkapkan pada pinjaman 2013 memperoleh bunga 20%.

"Bunga yang ditawarkan sekarang 12%-12,5%, dengan tenor 4 tahun-5 tahun. Jadi kami hemat 8%, karena selama ini bunga 20%," ungkapnya, Rabu (24/5/2017).

Emiten penyiaran televisi free-to-air (FTA) milik Grup Bakrie itu memiliki utang dari Credit Suisse AG, cabang Singapura senilai pokok US$230 juta yang diperoleh pada 1 November 2013.

Turunnya bunga pinjaman VIVA membuat perseroan menjadi lebih hemat US$20 juta dalam pembayaran bunga. Dia mengungkapkan bunga pinjaman yang menurun, bisa digunakan untuk meningkatkan working capital dan membuat cash flow yang lebih ringan.

Grup Bakrie ini memproyeksikan pertumbuhan pendapatan bisa mencapai 11% hingga akhir tahun dan raihan laba operasional bisa mencapai 30%--40% hingga akhir tahun.

Pada akhir tahun lalu, VIVA berencana untuk mendivestasikan sebagian VIVA untuk melunasi utang kepada Credit Suisse. Namun, rencana diurungkan karena emiten VIVA memiliki pendapatan yang cukup baik dalam kurun waktu beberapa tahun ini.

Di tengah meningkatkan peringkat yang diberikan Standard and Poor's kepada Indonesia, sambungnya, kondisi itu menjadi kesempatan yang baik bagi VIVA, karena banyak investor asing yang menilai bahwa investasi di Indonesia semakin menarik.

Pada kuartal I/2017, VIVA membukukan pendapatan senilai Rp665,13 miliar, naik 28,1% dari posisi Rp519 miliar pada periode yang sama tahun sbelumnya. Adapun pertumbuhan marjin EBITDA VIVA sebesar 22% menjadi Rp214 miliar.

Pencapaian VIVA pada kuartal I/2017, katanya, cerminan dari strategi konvergensi untuk pertumbuhan, yang telah dijalankan sejak 2014, mensinergikan stasiun televisi free to air (FTA) ANTV dan TvOne dengan portal digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

viva
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top