Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stasiun Sudirman Baru Belum Terintegrasi

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek menilai perencanaan pembangunan Stasiun Sudirman Baru yang akan menjadi salah satu tempat berhentinya Kereta Api (KA) Bandara Internasional Soekarno - Hatta belum terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 13 Mei 2017  |  07:52 WIB
Proyek pembangunan stasiun Sudirman Baru untuk kereta tujuan bandara, di Jakarta, Senin (10/4). - Antara/Prasetyo Utomo
Proyek pembangunan stasiun Sudirman Baru untuk kereta tujuan bandara, di Jakarta, Senin (10/4). - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek menilai perencanaan pembangunan Stasiun Sudirman Baru yang akan menjadi salah satu tempat berhentinya Kereta Api (KA) Bandara Internasional Soekarno - Hatta belum terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Elly Adriani Sinaga mengatakan, belum terintegrasinya perencanaan pembangunan Stasiun Sudirman Baru dapat terlihat dari rencana penanganan pergerakan orang maupun kendaraan antar moda belum bersinergi

."Perencanaan pembangunan Stasiun Sudirman Baru belum terintegrasi dengan moda lainnya terutama dengan MRT, BRT maupun KRL," kata Elly, Jakarta, dalam siaran pers pada Sabtu (13/5/2017).

Dia mencontohkan, pengelola mass rapid transit (MRT) merencanakan zona pejalan kaki di Jalan Kendal. Sedangkan di wilayah tersebut, paparnya PT Railink merencanakannya untuk jalur kendaraan yang akan keluar dan masuk Stasiun Sudirman Baru.

Hal yang sama, paparnya juga ditemukan pada sarana KCJ. Dia mengungkapkan, jaringan selasar pejalan kaki keluar Stasiun Sudirman tidak tersambung dengan Stasiun Sudirman Baru.

"Ini akan menyulitkan calon penumpang KA Bandara untuk berpindah dari moda KRL," kata Elly.

Sementara itu dari tinjauan yang dilakukan juga, dia menuturkan diringa menemukan bahwa jarak Stasiun Sudirman Baru dengan Stasiun Karet sangat dekat - bahkan hampir bersatu.Kemudian, paparnya juga terdapat perbedaan kondisi yang menyolok antara Stasiun Sudirman Baru dengan Stasiun Karet.

"Kami juga melihat bahwa progress pembangunan stasiun Sudirman Baru serta jalur KA dikhawatirkan tidak memenuhi target pengoperasian yang telah ditetapkan Presiden," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stasiun kereta api
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top