Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PROPERTI : Sydney & Melbourne Kian Diminati Orang Superkaya

Konsultan properti Knight Frank merilis laporan kekayaan tahunan ke-11 yang menyebut kelompok kaya dan super kaya memiliki minat yang semakin tinggi untuk berinvestasi properti di Sydney dan Melbourne, Australia.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 07 Mei 2017  |  19:21 WIB
Kota Melbourne di Australia - tripadvisor
Kota Melbourne di Australia - tripadvisor

Bisnis.com, JAKARTA — Konsultan properti Knight Frank merilis laporan kekayaan tahunan ke-11 yang menyebut kelompok kaya dan super kaya memiliki minat yang semakin tinggi untuk berinvestasi properti di Sydney dan Melbourne, Australia.

Lord Andrew Hay, Global Head of Residential Knight Frank, mengatakan bahwa Sydney berada di posisi 11 dan Melbourne bercokol di posisi 20 dalam daftar kota yang paling diinginkan oleh golongan superkaya untuk hidup dan berinvestasi.

Padahal, dalam 10 tahun terakhir tidak ada kota di Australia yang masuk dalam peringkat atas. Knight Frank pun memproyeksi kota-kota di Australia memiliki potensi untuk terus menaikkan peringkat dalam 5 tahun ke depan.

“Daya tarik Australia didorong oleh biaya kepemilikan properti di kota besarnya dibandingkan dengan kota lain di seluruh dunia. Secara domestik, properti Sydney mungkin terasa mahal sekarang, tetapi jika dibandingkan dengan pasar global lainnya itu masuk level menengah,” katanya, Minggu (7/5/2016).

Hay membandingkan dengan biaya sebesar US$1 juta atau sekitar Aus$1,30 juta, investor bisa mendapatkan properti seluas 17 meter persegi di Monaco atau 26 meter persegi di New York, sedangkan dengan uang yang sama investor dapat memiliki properti seluas 59 meter persegi di Sydney serta 110 meter persegi di Melbourne.

Dirinya menilai, angka tersebut masih cukup terjangkau, dalam konteks global. Knight Frank juga memastikan, meski terbilang murah dan menggiurkan bagi golongan kaya dan superkaya, kondisi properti di Australia dipastikan masih stabil dan jauh dari kemungkinan terjadinya gelembung ekonomi properti.

Selama 10 tahun terakhir, lanjut Hay, fokus golongan superkaya tersebut lebih kepada penciptaan kekayaan. Namun, tren pada masa mendatang para investor tersebut memiliki target untuk bertransformasi menjadi pelestarian kekayaan.

Para investor saat ini lebih menghargai lokasi yang stabil dengan lembaga pendidikan kelas utama untuk anak-anak mereka, pasar keuangan yang matang dengan sistem regulasi yang transparan, pemerintah yang tidak korupsi, dan kondisi lingkungan yang hijau serta ramah lingkungan.

“Investor golongan kaya memang harus mengombinasi investasi luar negeri dan domestik. Rasio yang sempurna adalah 60% untuk permintaan domestik, dan 40% adalah permintaan luar negeri sehingga investor mendapatkan pertumbuhan yang didorong dari luar negeri, tapi juga didukung oleh pasar domestik yang nyata.”

Pendiri Crown Group Iwan Sunito, menyatakan Sydney telah menjadi tujuan favorit bagi investor luar negeri yang mencari keuntungan yang kuat.

Apalagi, banyak kemudahan yang diberikan kepada pengembang di Australia ketika melakukan pembelian lahan. Pemerintah di sana menerapkan sistem digital yang hanya membutuhkan waktu penyelesaian akuisisi dalam satu hari.

“Di sana, pemerintah [Australia] sudah memiliki sistem yang baik, dalam satu klik saja kita bisa mengetahui sejarah dan kepemilikan tanah di sana. Pemerintah sangat mendukung iklim investasi, tak jarang hal ini sangat menarik masyarakat seluruh menca negara memiliki properti di sana” ujar Iwan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti orang kaya australia sydney melbourne
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top