Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Balai Karantina Pertanian Temukan Narkotika di Paket Herbal

Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok wilayah kerja kantor Pos Besar Jakarta bekerjasama dengan Bea dan Cukai serta BNN kembali menggagalkan impor media pembawa ilegal yang mengandung narkotika golongan I.nn
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 05 Mei 2017  |  19:31 WIB
Balai Karantina Pertanian Temukan Narkotika di Paket Herbal
Ilustrasi - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok wilayah kerja kantor Pos Besar Jakarta bekerjasama dengan Bea dan Cukai serta BNN kembali menggagalkan impor media pembawa ilegal yang mengandung narkotika golongan I.

Hasil pemeriksaan laboratorium narkotika Bea dan Cukai, mengindikasikan bahwa salah satu sampel dari lima jenis daun herbal yang dikirim dari Belanda itu positif merupakan bagian tanaman dari daun yang mengandung senyawa narkotika golongan 1 dari jenis DMT (3-[2-(Dimetilamino) etil]indol), cellulose, neophytadiene dan senyawa organik lainnya.

Petugas mencurigai paket media pembawa tersebut karena saat diperiksa di Mail Processing Center Pos Besar pada 15 Maret kemarin, tidak dilengkapi sertifikat karantina dari negara asal. Selanjutnya, untuk menangkap pelaku, petugas karantina bekerjasama dengan BNN dan Bea & Cukai.

"Pada 13 April, kami kirim surat panggilan karantina. Pemilik datang, kami layani. Selanjutnya ke Bea dan Cukai, terbit PPKP, kemudian pemilik ke CS pos, barang keluar dibawa pemilik, dan BNN lakukan tangkap tangan," tutur pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) yang bertugas, Bejo Sucianto, seperti dalam keterangan resmi pada Jumat (5/5/2017).

Petugas juga tidak menerbitkan KT9 (pembebasan karantina), karena tidak memenuhi persyaratan karantina. Total paket herbal tersebut sebanyak 3 kg, yang terdiri dari lima jenis daun tanaman herbal.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Nur Hartanto menghimbau agar masyarakat hati-hati dan patuh aturan untuk selalu melaporkan media pembawa yang dibeli daring. "Ini bahaya, kita bersama-sama harus mencegah masuknya hama penyakit berbahaya via paket pos dan juga peredaran narkoba," pesannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian narkotika
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top