Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RAKORNAS KPI: Komisi Penyiaran Indonesia Tegaskan Kewajiban 10 Persen Konten Lokal

Rakornas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merekomendasikan implementasi konten lokal sebanyak 10% dari total program siaran yang ditayangkan oleh lembaga penyiaran
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 06 April 2017  |  13:38 WIB
Ilustrasi. - .kaskus.co.id
Ilustrasi. - .kaskus.co.id

Bisnis.com, JAKARTA— Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merekomendasikan implementasi konten lokal sebanyak 10% dari total program siaran yang ditayangkan oleh lembaga penyiaran.

Nuning Rodiyah, Anggota KPI, mengatakan sebenarnya kewajiban menayangkan 10% konten lokal sudah terpenuhi oleh lembaga penyiaran. Hanya saja penayangan konten lokal masih dilakukan pada malam hari.

“Jam tayang konten lokal masih pada jam-jam malam. Produksi konten yang dilakukan oleh induk jaringan pun cenderung mengulang tayangan yang sudah ada,” katanya, Kamis (6/4/2017).

Nuning menuturkan KPI daerah memiliki waktu tiga bulan untuk memberikan laporan pengawasan terhadap implementasi konten lokal tersebut. Dari situ, KPI akan menentukan langkah lebih lanjut, agar ketentuan 10% konten lokal dapat terpenuhi.

Menurutnya, KPI juga akan mengatur pemberitaan, penyiaran, dan iklan kampanye politik di lembaga penyiaran. Untuk mengoptimalkan pengawasan, KPI juga akan memanfaatkan gugus tugas dari tingkat pusat hingga daerah.

“KPI akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat-Makanan [BPOM], untuk mengawasi iklan rokok, kesehatan, dan obat-obatan tradisional,” ujarnya.

Nuning juga meminta pemerintah daerah memberikan fasilitas dan tenaga pengawasan, serta infrastruktur untuk mengawasi isi siaran di daerah. Dengan begitu, pengawasan terhadap lembaga penyiaran di daerah dapat berjalan optimal.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpi
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top